Wisata Bali Dijual Murahan Sat. Pol PP Segera Sidak dan Tindak Tegas

posbali.id

DENPASAR, POS BALI – Menyingkapi pemberitaan dan juga dari hasil blusukan Wakil Gubernur Bali terkait dengan adanya wisata Bali dijual murahan, berikut toko yang menjual oleh-oleh dan juga dugaan mempekerjakan tenaga kerja asing oleh oknum pelaku wisata asal Tiongkok, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat. Pol PP) segera bertindak cepat dengan menggelar rapat bersama instansi terkait lainnya, untuk menindak tegas para pelaku tersebut.

Hal tersebut terungkap saat Sat. Pol PP Provinsi Bali melakukan rapat dengan Dinas Pariwista Bali, Dinas Tenaga Kerja dan ESDM, Imigrasi Kelas I Denpasar, Sat. Pol PP Badung, Gianyar, dan Denpasar, serta Tim Penegakkan Kowas Polda Bali, di Ruang Rapat Sat. Pol PP Provinsi Bali, Selasa (23/10).

Kepala Sat. Pol PP Provinsi Bali, I Made Sukadana didampingi Kabid Tramtib, Dewa Dharmadi mengatakan, rapat tersebut untuk berkoordinasi serta menyamakan persepsi dengan instansi terkait tersebut, sehingga mengetahui terkait legalitas tenaga kerja asing, produk yang dijual, perizinan, pramuwisata maupun biro perjalanan wisata (travel agent, red), serta yang lainnya.

“Kita sengaja melibatkan tiga Satuan Polisi Pamong Praja, yakni Denpasar, Badung, dan Gianyar. Karena, di tiga wilayah ini terindikasi paling banyak wisatawan asal Tiongkok melakukan aktifitasnya,” kata Sukadana.

Sedangkan saat dikonfirmasi terkait para pelaku wisata tersebut yang meminta jeda hingga Desember, pihaknya menegaskan bahwa tidak ada istilah jeda. Dan jika terbukti saat sidak melakukan pelanggaran Perda, maka tempat usaha atau toko yang menjual souvenir tersebut akan dihentikan aktifitasnya untuk sementara. “Tida ada istilah jeda,” sebutnya.

Sementara, Kabid Tramtib, Dewa Dharmadi menambahkan, dalam sesegara mungkin pihaknya akan melakukan sidak dengan melibatkan instansi terkait tersebut. Dan jika dalam sidak tersebut menemukan adanya penalanggara, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi terhadap pelaku usaha tersebut.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan segera melakukan sidak. Dan jika ditemukan terjadi pelanggaran terhadap Perda, kita akan tindak tegas dan akan kita tutup,” jelas Dewa Dharmadi menambahkan.

Kasat Pol PP berharap, hasil rapat tersebut segera ditindaklanjuti oleh masing-masing instansi tersebut, karena mereka sebagai leading sector. Sedangkan Pol PP hanya menindaklanjuti dari temuan dari para instansi tersebut. alt

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!