Wasekjen PAN dan Kader Gerindra Polisikan Ketua DPP NasDem

JAKARTA, POS BALI ONLINE – Wakil Sekjen Bidang Hukum dan HAM Partai Amanat Nasional (PAN) Surya Iman Wahyudi melaporkan Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat ke Bareskrim Polri atas pernyataan Viktor dalam suatu acara di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal yang sama juga dilakukan Ketua DPP Gerindra Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Iwan Sumule melaporkan Viktor ke Bareskrim Polri atas pernyataan Viktor yang dinilai mengandung ujaran kebencian tersebut.

“Kami melaporkan apa yang disampaikan oleh Viktor Laiskodat di acara deklarasi calon bupati di Tarus, Kabupaten Kupang pada 1 Agustus 2017,” kata Surya di Kantor Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (4/8).

Menurut dia, materi pidato Viktor yang dilaporkannya ke polisi berisi ujaran kebencian yang berpotensi memicu konfl ik politik dan konfl ik di masyarakat. Selain itu, sejumlah kalimat dalam pidato Viktor juga dinilai telah menodai agama serta mencemarkan nama baik sejumlah partai politik. “Materinya berisi ujaran kebencian yang bisa mengganggu harmoni persatuan dan kesatuan serta konfl ik di masyarakat,” katanya.

Laporan Surya tersebut teregistrasi dalam LP/775/ VIII/Bareskrim tertanggal 4 Agustus 2017. Viktor dilaporkan dengan tuduhan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik atau penghinaan dan kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis, pelanggaran dalam hal penyampaian pendapat di muka umum.

Perbuatan Viktor diduga melanggar Undangundang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) Pasal 4 dan 16, Pasal 156 dan Pasal 156A.

 

BERPOTENSI LAHIRKAN KEMARAHAN

Iwan Sumule juga menyerahkan beberapa bukti ke penyidik polisi. “Kami menyertakan video rekaman Viktor dan beberapa berita di media daring yang memuat berita Viktor,” ucapnya, Jumat (4/8).

Dalam potongan video yang beredar di kalangan wartawan, Viktor diketahui menyebut Partai Gerindra sebagai salah satu partai yang mendukung kelompok ektremis Islam di Indonesia.

Bukan hanya ke Gerindra, dalam video tersebut orang yang diduga Viktor juga berturut-turut menyebut Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) berada dibelakang kelompok ekstremis Islam, kelompok yang akan membentuk negara khilafah.

Pernyataan Viktor yang merupakan Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI dalam video berdurasi kurang dari satu menit, menurut dia, berpotensi melahirkan gelombang kemarahan kader Partai Gerindra dan umat Islam dari berbagai daerah. ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *