Warga urug pintu masuk hotel Kempinski, buntut ketidakjelasan rekrutmen tenaga kerja lokal

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Masalah perekrutan atau kuota tenagakerja lokal kembali memancing amarah dari masyarakat Bali. Dimana Jumat (30/11) warga Desa Adat Peminge ‘mengurug’ (memblokade) pintu hotel Kempinski Sawangan dengan menggunakan lemstone (batu kapur). Aksi warga baru bisa diredam setelah pihak Kepolisian dan TNI bersama Lurah, Bendesa melakukan mediasi dengan jajaran manajemen hotel. Namun sayangnya mediasi tersebut belum memuaskan warga masyarakat, sehingga Sabtu (1/12) pihak hotel bersama warga akan kembali melakukan mediasi. Untuk material limestone yang digunakan untuk memblokade pintu masuk, agar dibiarkan dulu hingga ada keputusan dari manajemen.

 

Bendesa Adat Peminge, I Made Warsa usai mediasi menerangkan aksi tersebut merupakan aksi spontanistas warga masyarakat, karena merasa tidak puas tentang proses rekrutmen di hotel Kempinski. Hal tersebut terkait berapa jumlah kuota tenaga kerja lokal yang diporsikan pihak hotel. Sayangnya pihaknya masih enggan menjawab lebih lanjut pertanyaan yang hendak diajukan. “Besok follow up finalisasinya, sekalian disana nanti bapak bisa hadir. Kita akan tunggu sampai keputusan besok (Sabtu hari ini-red),”ujar

 

Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra, membenarkan bahwa aksi yang dilakukan masyarakat memang dipicu oleh permasalahan rekrutmen karyawan di hotel Kempinski. Namun permasalahan tersebut diakuinya sebenarnya masih ada celah untuk menyelesaikannya secara baik-baik. Dimana pada iintinya semua pihak harus berkepala dingin dan mencari jalan yang terbaik, sebab tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. “Tadi sudah kita coba mediasi masyarakat dengan pihak manajemen. Disanalah terungkap masalah yang melatar belakangi. Tapi karena pihak owner belum ada, jadi manajemen mengaku belum bisa memutuskan. Besok (hari ini) finalnya, nanti akan ada pertemuan antara pihak Desa Adat, pihak owner dan proyek,”paparnya.

 

Untuk mengatensi masalah tersebut, pihaknya mengaku akan berpatroli sementara ini. Pihaknya mengimbau agar semua pihak sama-sama menjaga kondusifitas situasi dan kondisi, lebih-lebih saat ini adalah tahapan kampanye. Jangan sampai nanti masalah tersebut disusupi unsur politik, yang bisa menjadi masalah yang baru. “Jadi dalam pertemuan tadi (kemarin) semua menerima untuk besok mediasi lanjutan,” sebutnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kutsel Made Widiana mengaku sudah mengatensi masalah tersebut. Namun karena ia masih tugas ke luar daerah, maka pihaknya sudah mengkoordinasikan agar Lurah dan Kapolsek bisa membantu dahulu memediasi masalah tersebut. “Masalahnya itu dikarenakan adanya mis komunikasi antara warga dengan pihak manajemen. Mungkin aksi itu adalah bentuk puncak kekecewaan masyarakat, terkait masalah transparansi perekrutan tenaga kerja di hotel itu,”terang Widiana.

 

Pihaknya berharap kepada pihak manajemen hotel, untuk bisa memberikan solusi bijak atas masalah tersebut kepada warga. Salah satunya terkait transparansi masalah perekrutan ketenagakerjaan di hotel tersebut. Berapa disepakati agar diinfokan kepada bendesa, kelian, kaling dan tokoh masyarkat disana. Sehingga kedepan tidak ada lagi mis komunikasi dan mis persepsi. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!