Warga Desa Adat Culik Gerudug Polsek Abang

posbali.id

Terkait Kasus Penggelapan Dana Karya Pura Dalem

 

KARANGASEM, POS BALI ONLINE – Puluhan warga desa Adat Culik, Kecamatan Abang, Karangasem beramai-ramai mendatangi Mapolsek Abang, Senin (29/5).

Mereka menemui polisi untuk mempertanyakan tindak lanjut dari laporan warga Desa Adat Culik tentang dugaan kasus penggelembungan dan penggelapan dana oleh panitia Karya Pura Dalem Culik. Mereka mendorong polisi untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut karena sudah menimbulkan keresahan warga Culik.

Pimpinan warga yang juga menjadi Ketua Forum Warga Pemahayu Desa Adat Culik, Nyoman Darmika menyampaikan bahwa warga Desa Adat Culik kini mulai resah dengan laporan kasus penggelapan panitia karya yang tak kunjung dituntaskan oleh polisi.

Menurutnya, warga terus bertanya-tanya kenapa belum juga ada tersangka dari laporan warga yang sudah lebih dari sebulan dilaporkan tersebut.

“Warga terus bertanya di bawah bagaimana kelanjutan kasus penggelembungan dan penggelapan yang dilakukan panitia karya, kok hangat-hangat tai ayam, sudah lebih dari sebulan belum ada hasil apa-apa, para panitia karya masih bebas,” ujarnya menyampaikan keluhan warga.

Darmika yang datang ke Polsek juga didampingi  Bendesa Adat Culik yang Baru Gede Degeng dan sejumlah tokoh adat lainnya mengaku datang ke Polisi ingin mendapatkan jawaban terkait sejauh mana penanganan laporannya di kepolisian sehingga bisa memberikan penjelasan kepada warga.

Kapolsek Abang, AKP Nyoman Sugitayasa yang menerima warga Culik mengaku bahwa pihaknya senantiasa menindaklanjuti laporan warga. Kendati demikian, pihaknya meminta warga bersabar karena penanganan kasus tersebut harus benar-benar cermat dan teliti sehingga tidak menimbulkan kekeliruan ke depannya ketika masuk ke pengadilan. “Masih dikumpulkan bukti-bukti dan pemeriksaan saksi-saksi sehingga diperoleh data yang akurat,’ ujarnya.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Karangasem AKP Decky Hendra yang mengaku bahwa pihaknya masih terus mengembangkan laporan dari warga desa adat culik. Menurutnya, penyidik yang menangani kasus tersebut telah memeriksa 29 saksi dan memeriksa LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) Panitia karya yang diserahkan kepada polisi. Kendati demikian, pihaknya masih butuh waktu karena harus memeriksa 1.360 item dalam SPJ dan melakukan audit didalamnya secara teliti. “Kami memang sudah menemukan adanya indikasi pidana, namun kami butuh lebih banyak bukti dan perlu audit lagi,” terangnya.

Pihaknya menjamin bahwa kasus tersebut terus ditangani. Namun karena penyidik di kepolisian terbatas sementara kasus di kepolisian juga banyak ditangani maka warga diminta untuk bersabar. “Kami terus proses, jika nanti sudah cukup alat bukti laporannya akan kami tingkatkan statusnya ke penyidikan,” ungkapnya.

Mendengar jawaban itu, warga yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut bertepuk tangan merasa puas. Mereka berharap polisi bisa segera melakukan penindakan kepada para panitia yang jelas melakukan penggelembungan dan penggelapan dana milik masyarakat Culik yang terdiri dari 12 banjar Adat tersebut. “Kalau hal ini dibiarkan terus maka kepercayaan masyarakat kepada desa adat dan penegak hukum akan berkurang,” ujar Bendesa Adat Culik yang Baru, Gede Degeng yang dipercaya menggantikan bendesa lama yang dilengserkan oleh warga karena kasus tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Warga Desa Adat Culik dibawah komando Forum Warga Pemahayu Desa Adat Culik tersebut datang ke Polres Kamis (12/4) bulan lalu untuk melaporkan panitia karya yang diduga melakukan penggelembungan dan penggelapan dana karya di Pura Dalem Desa Adat Culik. Sebab dari laporan LPJ ketua Panitia Karya bersama bendesa Adat Culik diduga bersekongkol untuk menggelapkan dana keperluan Karya. dalam LPJ Panitia Karya mengaku menghabiskan Rp.3,142 Miliar. Menurut warga penghabisan dana Karwa maksimal Rp1,5 Miliar becermin dari karya yang sama di desa Adat yang lain di Karangasem.

Warga dalam LPJ banyak hal-hal yang janggal yaitu menghabiskan beras 3 ton padahal warga banyak maturan beras. Pembelian bebek sampai 2.200 ekor. Bahkan yang nyeleneh pembelian pucuk daun lontar sampai Rp.15 juta rupiah.

Selain itu, dana yang disetorkan oleh sesabu pengele yang jumlahnya ratusan orang juga tidak tercantum dalam LPJ sehingga ada dugaan dana tersebut digelapkan. Bahkan dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) dari pemerintah yang nilainya Rp.90 juta juga diduga digelapkan karena di dalam LPJ disebut dipakai membeli banten Suci dan pejati namun warga sudah peturunan suci dan pejati tersebut. 017

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!