Usai IMF World Bank 2018, Command Center di Nusa Dua masih bisa dipergunakan

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Keberadaan Command Center IMaf World Bank yang telah diresmikan oleh Menteri Koordinator Kematitiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Sabtu (15/9) di Nusa Dua tidak dipungkiri menjadi berkah buat ITDC. Pasalnya Command Center yang terintegrasi dengan pelabuhan, bandara, BNPB, BMKG dan termonitor langsung oleh Polda dan Pangdam ternyata bisa dipergunakan walaupun nantinya IMF telah usai dihelat di Nusa Dua. “Selanjutnya jika mau pakai maka bisa kita manfaatkan. Ini memang sejak lama ingin dibuat, dulu dibuat ditenda-tenda. Untuk itu kita ingin sekarang permanen, jika ada acara acara lain yang memerlukan maka bisa dimonitor lewat sini,”ujar Luhut usai peresmian Command Center IMF WB 2018.

 

Secara umum ia menilai keberadaan Command Center tersebut sudah siap dan tinggal dioperasikan sekitar 3 minggu lagi. Ia juga mengaku salut dengan kesiapan Kapolda, Gubernur dan Pangdam yang mempersiapkan hal tersebut sebagai komando operasi. Dimana komando operasi tersebut akan mengintegrasikan semua elemen dalam tugas gabungan, sehingga semua terkendali dan jika ada hal yang darurat maka bisa terminitor langsung. Apalagi komando itu langsung memantau  600 CCTV yang terpasang di kawasan dan terintegrasi dengan, baik dengan bandara lain dan BMKG, BNPB instansi sebagainya. “Semua sudah relatif bagus, sudah tidak ada masukan dan sudah paten. Ini sudah diresmikan dan sudah mulai jalan,”sebutnya.

 

Secara khusus ia mengapresiasi Mabes TNI dan Mabes Polri yang sudah bekerjasama dengan baik, untuk persiapan IMF World Bank 2018. Nantinya akan ada 26 ribu personil yang disiagakan, untuk mengamankan jalannya perhelatan IMF yang akan dilaksanakan di Nusa Dua. “Jadi tinggal kita harap semua betul-betul bisa terpadu dan tidak ada masalah. Begitu juga untuk mengatur flow menjadi bagus, kita fleksibel”harapnya sembari mengaku persiapan saat fasilitas terkait IMF sudah rampung 94,95 persen.

 

Sementara Dirut ITDC, Abdulbar M Mansoer menerangkan bangunan Comman Center IMF World Bank tersebut memiliki luas 400 meter persegi, yang kita bangun selama 5 bulan. Bangunan tersebut memiliki 3 fungsi, yaitu fungsi keamanan kawasan (monitoring), fungsi keamanan acara dan koordinasi kepada instansi terkait yang terkonek dengan Polda dan Pangda. Sehingga jika ketika acara terjadi hal yang tidak diinginkan, maka itu bisa segera termonitor dan diantisipasi. “Saat Apec dulu, bangunan ini belum ada yang permanen. Jadi waktu itu hanya tenda-tenda digelar di parkir kantor. Saat ini untuk IMF lebih siap, karena event ini lebih besar dan panitia IMF meminta yang permanen,”ujar Abdulbar.

 

Bangunan Comand Center yang menelan biaya sekitat Rp 5 milyar, termasuk untuk parkir tersebut diakuinya memiliki keistimewaan. Seperti adanya facial recorgnition, yaitu tekhnologi yang bisa mengenali orang. Sehingga ketika ada orang yang dilarang kepolisian, maka hal itu sudah ketahuan dari awal. Selain bangunan tersebut juga terkoneksi ddngan BMKG dan BNPB, sehingga jika ada potensi adanya bencana dan evakuasi yang mendadak, maka itu bisa termonitor langsung. “Jadi oni terpadu untuk security, monitoring dan koordinasi antar instansi,”tegasnya.

 

Untuk kapasitas kamar hotel di Nusa Dua, saat IMF ini diakuinya juga ditambah dari semula 4000 kamar, kini meningkat menjadi 5300 kamar. Dimana hotel shangrila akan menjadi hotel yang paling baru dan akan diresmikan saat acara. Untuk kapasitas tersebut diakuinya juga sudah penuh dibooking rombobgan delegasi dan kemungkinan akan mulai chek in 3 hari sebelum acara IMF. “Saat acara nanti yang boleh masuk ke kawasan adalah yang berkepentingan saja dan harus memiliki kartu pengenal dari panitia. Tanggal 1 Oktober -18 Oktober ini itu akan mulai diterapkan, nanti akan ada 2 scurity point dan semua kendaraan akan parkir diluar kawasan. Kita sudah siapkan 3 kantong parkir dan semua yang masuk kawasan akan diantar shuttle bus,”paparnya.

 

Selain Command Center, beberapa fasilitas diakuinya juga dipermak untuk memfasilitasi kebutuhan rombongan. Seperti The Kunja, Pulau Peninsula yang akan ada tempat khusus, pameran Lukisan the Art Bali, tempat Ilagaligo, revertmen The bay, Sikut Satak, BUMN Paviliun untuk menampung display produk BUMN yang ada di parkir westin. Ada jalan tembus yang ditambah, pelebaran jalan, serta pengaturan bus shuttle sebanyak 97 yang akan keliling saat IMF. Serta The Krea yang masih on going progres sebagai support office. “Jadi yang masih on going progres itu dalam 2 minggu ini harus selesai, tanggal 5 Oktober ini itu harus selesai. Sedangkan untuk Krea it bukan untuk IMF, tapi untuk menunjukan bahwa The Nusa Dua masih terus berkembang. Dengan adanya fasilitas ini maka ini menjadikan kawasan menjadi lengkap,”pungkasnya sembari menerangkan sebanyak Rp 20 milyar dana dikeluarkan untuk mendukung perhelatan IMF di Nusa Dua. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Usai IMF World Bank 2018, Command Center di Nusa Dua masih bisa dipergunakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!