Usai Dipolisikan, Gendo Tak Lagi “Berkicau”

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Sudah seminggu lamanya, Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali), I Wayan “Gendo” Suardana, tidak lagi “berkicau” alias meng-update Twitter-nya sejak ia dilaporkan oleh Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) ke Mabes Polri dan Polda Bali pada 15 Agustus lalu. Belum diketahui apa alasan Gendo “menjauh” dari Twitter-nya.

Gendo terakhir kali memposting tulisan di akun Twitter-nya, Wayan GENDO S #BEJO, pada 14 Agustus malam lalu, sehari sebelum dilaporkan ke Polisi. Tweet terakhir Gendo berupa link berita deklarasi dua komunitas dan enam Sekaa Truna Truni (STT) di Desa Adat Tegal dan Desa Darmasaba, Kabupaten Badung, pada 14 Agustus lalu.

Sebagaimana diketahui, Pospera melaporkan Gendo ke Polisi karena mengumbar kebencian yang melecehkan Pospera, di akun twitternya. Kicauan Gendo itu disampaikan pada 19 Juli 2016 pukul 11.07 Wita. Dalam akun pribadinya, Wayan GENDO S #BEJO, Gendo menuliskan status “Ah, muncul lagi akun2 bot asuhan pembina pos pemeras rakyat si napitufulus sok bela2 susi. Tunjukin muka jelek mu nyet‎,” kicau Gendo.

Selain dilaporkan ke Mabes Polri oleh DPP Pospera dan ke Polda Bali oleh DPD Pospera Bali, Gendo juga dilaporkan oleh DPD Pospera Jabar, DPD Pospera Sulsel, DPD Pospera Kaltim dan  DPD Pospera Sumut, di Polda setempat.

‎Di Mabes Polri, laporan terhadap Gendo diwakili oleh Abdul Rahim sebagai Sekretaris Umum DPP Pospera.‎ Nomor laporannya TBL/584/VIII/2016/Bareskrim‎. Gendo dikenakan pasal dugaan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan sebagaimana dimaksud pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis. 010

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!