Urung Orasi, Diterima Bendesa

posbali.id

Nasabah LPD Kapal Demo Saat HUT Kemerdekaan

Alit Sukarta

KEKESALAN warga yang menjadi nasabah LPD Kapal, tampaknya tak mengenal hari. Bertepatan dengan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, Rabu (17/8) mereka ramai-ramai mendatangi kediaman Bendesa Adat Kapal untuk menyampaikan kekecewaannya terhadap manajemen LPD tersebut.

Belum sempat berorasi, aksi tersebut digagalkan oleh Polsek Mengwi lantaran dinilai menodai peringatan HUT Kemerdekaan RI. Namun demikian, sejumlah spanduk telanjur terpasang di sekitar persimpangan jalan dekat pasar Tenten Banjar Cempaka, Desa Adat Kapal membuat suasana menjadi ra-mai sebagaimana aksi demonstrasi.

Kekecewaan nasabah terhadap manajeman LPD menyusul kerugian yang dialami LPD tersebut yang nilainya tidak tanggung-tanggung hingga Rp10 Miliar. Ekspresi kekecewaan itu, disampaikan dengan cara memasang beberapa spanduk yang bertuliskan, “Saldo tinggal kenangan, kami cinta Desa Adat Kapal tapi kami tetap dibohongi, jangan bilang LPD sehat kalau kenyataanya “Nyerendeng”, masyarakat kapal butuh Kepastian Hukum, dan usut tuntas kasus LPD jangan bohongi Masyarakat Kapal’’.

Kendati gagal berorasi,  keru- munan warga dan adanya sejumlah spanduk memaksa Bendesa Adat Kapal AA Gede Dharmayasa men- erima perwakilan nasabah. Namun sebelum diterima, warga yang kesal diminta membubarkan diri terlebih dahulu. bebeberapa perwakilan warga yang juga perwakilan nasa- bah akhirnya diterima oleh  Dhar- mayasa di kediamannya.

Korlap Putu Ermawan meny- ampaikan maksud warga melaku- kan aksi tersebut. Menurutnya, warga yang menjadi nasabah meminta kejelasan terhadap nasib tabungan yang disimpan di LPD tersebut yang tidak jelas juntrun- gannya. Tabungan tersebut hasil jerih payah warga bertahun-tahun sehingga warga sangat berharap untuk dikembalikan. Mereka ingin mengetahui sejauhmana tanggung jawab mantan Ketua LPD Made Ladra. Terlebih pada 30 Juli lalu jajaran pengurus desa telah melakukan rapat besar, na- mun seperti apa hasilnya belum diinformasikan kepada warga.

“Masyarakat bingung, seperti apa hasil rapat tidak ada infor- masi yang jelas. Aksi ini adalah aksi spontanitas bentuk dari tidak adanya informasi tersebut,” kata Ermawan.

Saat menerima perwakilan warga, Bendesa Adat AA Gede Darmasaya menjelaskan hasil rapat 30 Juli dengan keputusan salah satunya adalah melapor- kan kasus tersebut kepada Polda Bali. Namun sampai sejauh ini laporan tersebut belum dilaku- kan lantaran mantan Ketua LPD Made Ladra sudah meminta maaf dan mengaku akan bertanggung jawab atas semua kerugian yang muncul saat menjabat. Dia juga siap untuk menyerahkan aset yang dimilikinya untuk menal- angi kerugian tersebut.

“Pak Made Ladra minta maaf dan mohon pengampunan, dan sanggup menyerahkan aset yang dimiliki untuk LPD  Kapal. Ada warga saya yang minta pengam- punan, sebagai klian saya mem- beri kesempatan,” jelas Dhar- mayasa.

Menurut dia, dari 9 aset yang diserahkan satu diantaranya tel- ah terjual dan hasil penjualan- nya telah diserahkan ke LPD Kapal. Lanjut Dharmayasa, jika semua aset yang telah dis- erahkan, belum juga cukup menutupi kerugian LPD, yang bersangkutan tetap akan ber- tanggung jawab. “Seandainya dia (mantan ketua LPD-red) mangkir dari perjanjian yang dibuat maka akan dilanjutkan ke polisi,” kata bendesa yang juga Ketua Pengawas LPD Kapal ini.

Terkait dengan tidak ada in- formasi kepada nasabah, Bend- esa membantah. Pasalnya dia telah menugaskan para klian untuk menyampaikan infor- masi tersebut kepada warga ka- rena para klian juga hadir dalam rapat 30 Juli tersebut. Untuk saat ini, pihaknya meminta agar masyarakat tenang dan menjaga kondusifi tas desa.

“Tolong kasih saya kesempa- tan untuk menyelesaikan masalah ini. Apapun tujuannya ini agar LPD tetap ajeg, dan uang nasabah kembali,” tandasnya. ***

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Urung Orasi, Diterima Bendesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!