Untungkan Bali, BIPPLH Bali Sayangkan Oknum Tolak IMF-WB

posbali.id

Denpasar, posbali.id – Ketua Umum Badan Independent Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH) Bali Komang Gede Subudi menyayangkan ada oknum masyarakat melakukan demontrasi menolak perhelatan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB) 2018. Aksi itu berbanding terbalik dengan tujuan sektor pariwisata Bali yang mengharapkan kedatangan lebih banyak wisatawan. “Apalagi pertemuan IMF-WBG yang mampu mendatangkan 34 ribu orang, jumlah itu justru mendongkrak target kunjungan 20 juta orang wisatawan,” kata Subudi di Denpasar, Senin (15/10).

Padahal orang tersebut yang tidak merepresentasikan masyarakat Bali, sehingga aspirasi yang disampaikan bukan aspirasi masyarakat Bali. Namun, atas kesediaan menjadi tuan rumah justru Bali memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur strategis dalam mendukung pembangunan pariwisata Bali yakni underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, perampungan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Sarbagita.

Disamping peningkatan kunjungan wisatawan mencapai 34 ribu orang, penambahan lapangan pekerjaan mencapai 32.700 orang (meningkat 1,26%), peningkatan PDRB di atas Rp1,2 Triliyun dan peningkatan ekonomi Bali mencapai lebih dari 6,5 persen. “Kegiatan ini sangat positif bagi Bali memberikan dampak jauh lebih besar dalam menopang kemajuan pembangunan dan perekonomian Indonesia dan Bali sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata,” ungkapnya.

Oleh karena masyarakat Bali dikenal dengan ramah dan santun. Apalagi Bali kedatangan tamu terhormat dari berbagai negara yang sepatutnya diterima dengan baik. Pemberlakukan seorang tamu negara sebagai cerminan budaya bangsa. Mengingat sikap yang diberikan akan mendapatkan penilaian baik membawa kesan positif atau kurang baik ketika pulang ke masing-masing daerah. Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali AA Ngurah Alit Wiraputra mengharapkan, ajang itu dapat memperkuat rupiah.

Kesempatan itu mampu mendatangkan investasi yang dapat menumbuhkan perekonomian. Pemulihan rupiah begitu penting, agar mencegah terjadinya inflasi. Disamping itu, pihaknya mengingatkan agar Indonesia tetap waspada terhadap kebijakan Presiden Donal Trump yang bisa pengaruhi perekonomian dunia termasuk nasional. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!