Universitas Warmadewa Bentuk Kelompok Kerja Kampus Siaga Bencana

posbali.id

DENPASAR, POS BALI – Kesiapsiagaan terhadap bencana menjadi salah satu faktor mutlak yang dibutuhkan oleh setiap masyarakat, termasuk masyarakat kampus. Untuk mewujudkan hal tersebut, Universitas Warmadewa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela (UKM KSR) Guna Bhakti Universitas Warmadewa membentuk Kelompok Kerja Kampus Siaga Bencana, Selas (7/11) kemarin.

Ketua KSR Guna Bhakti Unwar I Gede Dabdab Suryadi mengatakan pembentukan kelompok kerja kampus siaga bencana tersebut merupakan muara dari konsolidasi yang telah lama pihaknya lakukan dengan sejumlah elemen pendukung, salah satunyadengan Palang Merah Indonesia (PMI) Denpasar.”Kami merancang konsep kesiapsiagaan terhadap bencana ini dengan melibatkan sejumlah pihak. Pelaksananya sendiori terdiri dari sejumlah bagian, yakni tim pengarah, tim pelaksana, dan mitra,” katanya.

Ia berharap seluruh civitas akademika Universitas Warmadewa mulai bersatu padu terhadap permasalahan kebencanaan. Menurutnya harus ada sinergi dari pihak dosen, mahasiswa, dan civitas akademika untuk mewujudkan cita-cita Universitas Warmadewa sebagai kampus siaga bencana.

Sementara itu, Perwakilan PMI Kota Denpasar, Agus Mahendra, mengaku terkesan dengan konsep kampus siaga bencana yang berani diambil oleh Universitas Warmadewa merupakan langkah yang progresif, sebab di Bali belum ada tindakan semacam ini dari pihak kampus manapun. “Saya bangga Universitas Warmadewa menjadi kampus siaga bencana pertama di Bali. Di Indonesia sendiri baru ada sejumlah kampus yang memiliki program siaga bencana, diantaranya Unsyah, UNNES, dan Universitas Muhamadiyah,” katanya.

Langkah yang diambil Universitas Warmadewa mengindikasikan universitas tersebut mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap warga kampusnya. Ia pun mengingatkan harus ada upaya untuk mengubah paradigma berpikir terkait kesiapsiagaan. “Paradigma yang berkembang saat ini cenderung menanggapi bencana setelah bencana terjadi. Paradigma ini harus diubah, menjadikan kesiapsiagaan sebagai upaya primer sebelum bencana terjadi,” terangnya.

Wakil Rektor  III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, MT. pun memberikan apresiasi yang besar terhadap kegiatan tersebut.  Ia meminta seluruh organisasi lebih aktif dan kreatif menggandeng stakeholder, terlebih yang berhubungan dengan keselamatan nyawa manusia seperti kampus siaga bencana ini.

“Fasilitas yang ada memang sudah dirancang aman dari bencana, namun tidak ada salahnya kita tetap tanggap. Misalkan jika terjadi bencana, mahasiswa yang tidak dibekali pengetahuan tentang kebencanaan pasti akan panik karena tangga bangunan sempit. Ini akan sangat membahayakan,” pungkasnya. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!