Universitas Ngurah Rai, Gelar Diskusi Terkait Perekonomian Bali

DENPASAR, POS BALI – Universitas Ngurah Rai Denpasar menggelar diskusi panel di kampus setempat, Rabu (15/6). Diskusi panel yang dibuka Rektor Universitas Ngurah Rai, Dr. Nyoman Sura Adi Tanaya ini mengangkat tema tentang perekonomian Bali. Dihadiri mahasiswa, dosen, Wakil Rektor I dan II serta Ketua Yayasan  Universitas Ngurah Rai.

Dalam sambutan rektor mengatakan, perekonomian di Bali masih rendah, terutama berkaitan dengan pendapatan. Misalnya, pariwisata Bali kini cukup maju dan berkembang, namun pendapatan masyarakat masih rendah, bahkan masyarakat Bali masih banyak yang miskin. “Selain itu, setiap pembagian hasil pendapatan yang diperoleh Bali dengan pusat selalu terjadi ketimpangan. Ini yang mesti segera dicarikan solusi,”kata rektor  Nyoman Sura Adi Tanaya

Dikatakan, perekonomian Bali dikatakan maju oleh pusat mencapai 40% semuanya nihil. Sebab kenyataannya kondisi ekonomi Bali saat ini belum stabil. Untuk pengelolaan pariwisata di Bali saja sepenuhna yang mengelola bukan orang Bali, namun orang luar Bali. “Jadi hasil pendapatan di pariwisata kebanyakan ke luar Bali.  Nah,  apakah ini yang dikatakan hasil yang merata dan ada peningkatan pendapatan buat Bali, tidak,” kritiknya.

Dijelaskan, untuk bisa meningkatkan hasil pendapatan perekonomian di Bali, maka pemerintah hendaknya membuat regulasi untuk pemerataan hasil pendapatan, dengan tujuan mengurangi angka kemiskinan di Bali. Bila perlu untuk di Bali,  lapangan pekerjaan lebih ditingkatkan lewat pembangunan yang merata antara Bali Selatan dan Bali Utara. “Bila perlu Bandara Buleleng segera direalisasikan dan bukan hanya sebatas wacana semata,”jelasnya.

Ditambahkan, selama ini program Gubernur Bali memang sudah banyak menyentuh rakyat Bali. “Akan tetapi, program yang selama ini dijalankan Gubernur Bali seperti,  Simantri dan Gerbangsadu masih banyak kelemahannya yang mesti dicarikan solusi lewat aspirasi para tokoh adat atau masyarakat setempat dan DPRD untuk mencari solusi,”tambahnya.

Ketua Yayasan Universitas Ngurah Rai Denpasar, Dr. Drs. A.A Gede Raka, Msi mengatakan,  dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pelestarian kebudayaan Bali, maka perlu dilakukan percepatan pembangunan dengan memperhatikan keseimbangan antara daya dukung kawasan dan kearifan lokal. “Untuk penyeimbangan pembangunan  tersebut perlu segera direalisasikan pembangun Bandara Buleleng untuk tujuan penyeimbang antara Bali Selatan dan Bali Utara, “ucapnya.   bud/Adv

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *