Uang Diduga Ditilep, Koperasi Tak Bisa Gelar RAT

posbali.id

JEMBRANA, POS BALI ONLINE – Koperasi Tani (Koptan) Panca Utama di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana hingga saat ini belum bisa menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sejumlah anggota koperasi tersebut menuding pihak pengurus telah menilep uang koperasi dan tidak mampu mempertanggungjawabkannya.

Sejumlah anggota Koptan Panca Utama yang diketuai Kelian Subak Jagaraga, sejak empat bulan lalu sudah menanyakan keberadaan uang maupun aset-aset lainnya yang nilainya hingga ratusan juta rupiah. Namun, hingga saat ini, keberadaan uang di koperasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Susah, saya berkali-kali menanyakan uang koperasi kok tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan RAT tahun 2016 saja tidak dilaksanakan,” kata salah seorang anggota koperasi yang namanya enggan dituliskan.

Anggota lainnya juga banyak mempertanyakan keberadaan dana mereka di Koptan Panca Utama. Para anggota koperasi menuding kalau permasalahan ini berawal dari ketidaktransparanan ketua koperasi. Padahal sejak bendahara yang sebelumnya meninggal (almarhum), pihak keluarga bendahara tersebut langsung menyerahkan uang koperasi sebanyak Rp300 juta.

Namun, uang itu tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh ketua koperasi. “Ya beginilah ketua koperasi tidak tahu pembukuan, masa uang sudah jelas diserahkan kok bisa tidak muncul di pembukuan? Entah ke mana uang itu,” ucap anggota koperasi tersebut seraya menambahkan, macetnya perputaran uang dan amburadulnya pembukuan kuat dugaan karena pengurusnya yang menggunakan uang itu.

Sementara itu Ketua Koptan Panca Utama, I Putu Maryadi yang juga Kelian Subak Jagara saat dikonfi rmasi, Selasa (23/5) enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengakui pihaknya belum mampu melaksanakan RAT   tahun 2016 ini. ia beralasan, RAT tidak bisa dilaksanakan lantaran pembukuan dari koperasi yang dibentuknya berawal dari Subak Jagaraga itu terkendala dengan pembukuanya yang amburadul.

“Kami memang belum RAT karena pembukuan yang belum balance. Kami juga sudah meminta fasilitas dari Dinas Koperindag Jembrana untuk memperbaiki bukunya agar kami segera bisa melaksanakan RAT,” kilah Maryadi.

Berdasarkan data Dinas Koperindag Jembrana, dari 252 unit koperasi yang memiliki kewajiban menggelar RAT 2016, hingga saat ini yang terdata telah melangsungkan RAT sebanyak 171 unit koperasi. Sementara, 81 unit sisanya belum menggelar RAT dengan berbagai kendala. Bahkan, terdapat 12 koperasi terancam direkomendasikan untuk dibubarkan karena tidak mampu mempertanggungjawabkan pengelolaannya. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!