Tuntut Dugaan Pemalsuan Dokumen NW TGB Diproses Serius

posbali.id

Ratusan Massa Ampuh Gedor Polda NTB

 

MATARAM, POS BALI ONLINE – Sebanyak 500 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Mapolda NTB, Kamis (11/8).

Mereka menuntut aparat kepolisian agar lebih serius dalam mengusut dugaan pemalsuan surat (Akte Autentik) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Nahdatul Wathon (NW) yang dilakukan oleh Notaris Hamzan Wahyudi,S H, MKn, sehingga melegalkan kepengurusan NW di bawah Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi MA.

Pasalnya, laporan tertanggal 2 Agustus 2016 hingga kini belum juga direspon. Padahal, akta pendirian perkumpulan NW beromor 117 tertanggal 11 Juli 2014 lalu, telah memenuhi unsur-unsur pidana.

Koordinator Umum Muhammad Fihirudin dalam orasinya, menilai belum ada itikad baik dari aparat Polda NTB menindak lanjuti laporan tersebut. “Kami datang kemari (Polda) NTB guna menagih laporan kami tertanggal 2 Agustus 2016 atas tindakan ada pemalsuan akte NW yang sengaja dipalsukan itu,” tegasnya.

Menurutnya, akta pendirian perkumpulan Nahdatul Wathon (NW) Nomor 117 tertanggal 11 Juli 2014, diduga telah memenuhi unsur-unsur pidana. Mengingat,  hal tersebut malah dijadikan syarat untuk menerbitkan SK Menkumham Nomor AHU -00297.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian Badan Hukum Perkumpulan Nahdatul Wathon (NW).

Sehingga, terbitnya SK Menkumham atas dasar akta Notaris Hamzan Wahyudi,S H, MKn berdampak terjadinya dualisme kepemimpinan di tubuh NW. “Disinilah, letak masalahnya. Akibatnya, Hajjah Siti Raihanun Zainul Abdul Majid selaku Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, sangat dirugikan secara material,” ujar Fihir.

Ia mengatakan, Keputusan MA No. 37K/TUN/2016 pada tanggal 7 April 2016 yang telah mengabulkan gugatan PB NW Anjani. Dalam putusan itu dinyatakan pembatalan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No: AHU 00297.60.10.2014 tentang pendirian NW Pancor yang dipimpin Gubernur TGB HM Zainul Majdi selaku Ketua Dewan Tanfi dziah.

“Jadi, sudah jelas ada tindakan pemalsuan dokumen oleh NW Pancor kubu TGB HM Zainul Majdi. Kami minta aparat kepolisian bersikap atas tindakan pidana itu,” kata Fihir lantang.

Pantauan POS BALI di lapangan menyebutkan, ratusan massa aksi itu berkumpul awalnya di Gelanggang Pemuda sekitar pukul 13.00 Wita. Selanjutnya, mereka bergerak ke Kantor Polda NTB dengan berjalan kaki. Meski demikian, aksi massa tersebut berlangsung damai dan tertib.

Sementara itu, aparat kepolisian memberlakukan satu badan jalan di ruas jalan Langko menuju Polda NTB. dimana, aparat menyiagakan satu unit mobil water cannon, dua pleton pasukan dari Sabhara Polda NTB. 031

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!