Tukad kilang-kilung diharapkan dinormalisasi

posbali.id
Sampah kiriman serbu muara Tukad Mati

MANGUPURA, POS BALI – Serbuan sampah kiriman belakangan ini mulai mengotori kondisi long storage muara Tukad Mati Patasari Kuta. Dimana sampah berupa plastik, botol bekas, sampah organik, bahkan pelepah batang pisang mulai mengambang di muara. Upaya nelayan untuk membersihkan sampah tersebut mengalami kendala dalam proses pengangkutan, sehingga diperlukan waktu dan tenaga ekstra untuk membersihkan sampah yang mengambang tersebut. “Sampah kiriman itu sudah sejak Minggu (1/4) sore dua hari lalu, puncaknya itu terjadi Senin (2/4) pagi. Beberapa kali pemulung juga masuk kesini memungut sampah non organik, sehari itu mereka bisa mendapat 5 karung sampah plastik yang siap dijual. Mereka itu berdua biasanya dan menggunakan kano untuk mengambil sampah yang mengambang,”terang ketua Kelompok Nelayan Prapat Agung Mangening Patasari, Nyoman Sukra ‘Dolphin’ ditemui Selasa (3/4).

 

Diakuinya sampah tersebut mengambang karena tidak bisa disalurkan ke laut. Hal tersebut lantaran pihak proyek penataan lanjutan muara Tukad Mati, telah membendung aliran sungai utama. Dimana untuk sementara air dari hulu disalurkan melalui tukad kilang-kilung. Sayangnya air yang harusnya tersalurkan ke laut tersebut tidak bisa mengalir dan berbalik arah ke hulu, akibat adanya pasang air laut. “Sungai kilang-kilung itu kan berliku, jadi itu juga membuat aliran air agak lambat. Selain itu disana juga relatif dangkal, sehingga tidak optimal menyalurkan air sungai. Paling tidak kedepannya sungai kilang – kilung itu harus dinormalisasi dulu, sehingga aliran air menjadi lancar,”harapnya.

 

Dipaparkannya tukad kilang-kilung adalah akses vital bagi Tukad Mati, sebab aliran tukad mati semula itu mengalir ke tukad kilang-kilung. Sementara alur sungai utama yanh sekarang ini ditutup sementara oleh proyek adalah jalur buatan. “Tukad Kilang-kilung ini seperti filternya Tukad Mati. Kemarin saat sebelum dimulai penutupan alur saat ini, kita sudah koordinasikan agar Tukad Kilang-kilung dinormalisasi dulu. Sebab tukad jika ini terganggu, tentu aliran air tukad mati akan meluap. Tapi baru dinormalisasi sedikit, alatnya sempat rusak, baru tadi (kemarin) kembali beroperasi setelah diperbaiki,”bebernya.

 

Pihaknya mengaku sedikit heran dengan mengalirnya sampah tersebut ke muara Tukad Mati, pasalnya dihulu muara sebenarnya sudah terpasang trashtrack. Apalagi kondisinya juga sudah diperbaiki dan ada petugas yang rutin mengangkut sampahnya. Jika hal tersebut muncul dari selatan trashtrack terpasang, maka ia berharap kedepan adanya suatu filter yang terpasang di dekat jalan Tuan Lange. Sehingga sampah tersebut bisa terfilter dan menjamin kawasan hilir menjadi bersih sampah kiriman. Hal tersebut diakuinya tentu akan sangat bagus dilakukan, apalagi kedepannya air dari muara Tukad Mati akan dipakai sumber air baku yang dikirim ke estuary dam.

 

Dikonfirmasi terpisah Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR kabupaten Badung, AA Gde Dalem menerangkan bahwa proyek tersebut sepenuhnya berada di tangan Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Sehingga semua aktifitas proyek, termasuk normalisasi dilokasi terkait itu mennjadi kewenangan balai. Namun pihaknya mengaku akan segera menyampaikan usulan masyarakat teekair normalisasi Tukad Kilang-kilung kepada pihak balai. “Nanti kita akan sampaikan usulan warga tersebut. Tapi kita juga sudah usulkan agar bisa dinormalisasi, supaya tidak rugi,”ujarnya.

 

Diakuinya selama ini pemkab Badung memang secara rutin terus membersihkan endapan lumpur di muara Tukad Mati. Namun sedimentasi tersebut diakuinya juga sangat cepat perkembangannya, dikarenakan daerah hulu tukad mati adalah aliran tirisan sawah. Sehingga lumpur-lumpur sering terbawa ke hilir pada saat hujan mengguyur. Hal tersebut diperparah dengan sampah kiriman yang sumbernya masih dipertanyakan adanya. “Mumpung ada pengerjaan dari balai dan ada alat berat, kita harap alur sungai Tukad Mati juga bisa dinormalisasi,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *