Transformasi Relawan Patasari bersiap jadi Pokmaswas

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Sebagai penjaga salah satu pintu masuk kawasan Kuta, Nelayan Prapat Agung Mangening Patasari dinilai memiliki peran penting dalam upaya menjaga keamanan perairan wilayah. Hal tersebut membuat Direktorat Kepolisian Perairan Polda Bali, Kamis (18/10) memberikan bantuan berupa 5 unit life jaket kepada perwakilan Ketua Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari Kuta, Nyoman Sukra. “Kami sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan ini, karena ini tentu akan membantu aktifitas kami dalam menjaga keselamatan. Perhatian ini sangat berarti, karena ini juga mendukung aktifitas kami kedepan untuk mengukuhkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas),”terang Sukra.

 

Dipaparkannya, Pokmaswas yang diberi nama Pokmaswas Bluncat Jaya Sakti terbentuk sejak tahun 2013, namun memang pengukuhannya belum dilaksanakan hingga saat ini. Namun seiring dengan penataan Muara Tukad Mati, maka Pokmaswas tersebut akan segera dikukuhkan. Dengan tujuan untuk melakukan pengawasan terhadap Long Storge Tukad Mati, Tahura Ngurah Rai Patasari dan kawasan perairan Patasari. Baik terkait sampah, potensi kriminal yang bisa masuk melalui perairan dan perilaku lainnya yang bisa mengancam ekosistem Tahura Ngurah Rai. “Pokmaswas kita dulu anggotanya 30 orang dan sampai saat ini juga sama. Mereka adalah anggota dari kelompok nelayan dan warga sekitar. Sebenarnya anggota Pokmaswas kita ini merupakan relawan Tukad Mati, yang dulu aktif berperang melawan sampah di Muara. Bisa dibilang ini adalah transformasi relawan Patasari menjadi Pokmaswas,”papar pria yang akrab disapa Mangku Dolphin ini.

 

Untuk mendukung aktifitas PokMasWas, pihaknya juga mengaku telah diberikan bantuan CSR dari pihak PLN. Bantuan terabut berupa perahu boat dengan mesin berkekuatan 15 PK. Kapal tersebut juga nantinya akan dipergunakan untuk mengawasi atau memfasilitasi aset PLN yang berada di perairan Patasari. Sementara terkait kostum nantinya, ia juga mengaku telah mendapatkan bantuan dari salah satu usaha toko oleh-oleh modern di wilayah Kuta. “Kenapa kita beri nama Pokmaswas kita Bluncat, karena itu ada kaitannya dengan sejarah tenpat ini. Bluncat adalah ikan tembakul, yang  bisa hidup di air ataupun darat. Kawasan muara Tukad Mati ini diyakini dihuni oleh bluncat blukus jambul yang disakralkan oleh masyarakat setempat,”imbuhnya.

 

Sementara Kasi Kasi Sarbinmas DitPolAir Polda Bali, AKP Wayan Dana menerangkan pemberian 5 unit life jaket tersebut, merupakan program dari Presiden Jokowi tahun 2018, yang memberikan bantuan kepada kepolisian. Dimana bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada para nelayan melalui program Bintibmas. Tujuannya dari kegiatan tersebut adalah untuk semakin menjalin sinergi yang lebih erat, antara pihak kepolisian dengan para nelayan. Sebab tidak mungkin kepolisian bisa menjaga keamanan wilayah secara penuh, tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat. “Masyarakat nelayan ini merupakan perpanjangan tangan dari Pol Air, jadi sinergi dan hubungan yang baik harus selalu terjalin lebih erat. Melalui program ini kita harap masyarakat nelayan juga berpartisipasi aktif menjaga pesisir pantai, baik dari sisi keamanan, penyelundupan, dan paham radikalisme,”terang AKP Wayan Dana.

 

Diakuinya, bantuan life jaket tersebut memang dijatah 5 unit bagi masing-masing kelompok nelayan. Setiap bulannya ada 4 kelompok nelayan yang disasar untuk diberikan bantuan tersebut. Hal tersebut tergantung dari anggaran yang tersedia, jadi kalau bantuan itu ada maka pastinya akan senantiasa disalurkan. Selain bantuan tersebut nanti pasa bulan Nopember, diketahuinya juga akan ada bantuan berupa sembako kepada nelayan. Namun jumlahnya memang relatif terbatas, yaitu untuk 40 orang. “Selain di Patasari, bantuan life jaket tadi juga kita serahkan di dua kelompok nelayan di Sanur,”imbuhnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!