Tower Bodong Makin Menjamur

posbali.id

MANGUPURA, POS BALI ONLINE – Di sepanjang  Jalan By Pass Ngurah Rai sangat mudah dijumpai tower yang menjulang tinggi. Bahkan, tower ini dibangun di atas taman median jalan.

Menjamurnya tower tersebut pasca pencabutan Perda No 6 Tahun 2008 tentang Penataan, Pembangunan, dan Pengoperasian Menara Telekomunikasi Terpadu di Kabupaten Badung.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Badung,  I Made Sutama yang dikonfi rmasi mengatakan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan lagi izin tower. “Yang kita keluarkan izin tower dulu untuk PT BTS, termasuk untuk tower monopolenya,” terang Sutama, Kamis (11/8).

Menurutnya, bila ada tower yang belakangan bermunculan, pihaknya pun memastikan pembangunan tower-tower tersebut tak mengantoji izin alias bodong.

Dari pantauan di lapangan tower monopole yang diduga bodong ini, berdiri di antaranya di Jalan By Pass Ngurah Rai, wilayah Kelan, masih di Jalan By Pass Ngurah Rai, tepatnya di depan tempat hiburan malam Boshe dan di Jalan Sunset Road persimpangan Jalan Dewi Sri, Legian.

Tower-tower ini dibangun di atas taman median jalan. Tower dengan tiang berwarna hijau ini bahkan posisinya sangat dekat dengan tower monopole milik PT Bali Towerindo Sentra (BTS) yang sebelumnya telah terbangun.

Di Kelan jaraknya sekitar 20 meter, bahkan yang di depan Boshe jaraknya hanya sekitar 10 meter. Parahnya tower-tower liar ini, dibangun di atas taman. Terang saja kondisi itu membuat geram Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Badung.

Bahkan, Kepala DKP Badung, I Putu Eka Marthawan turun ke lapangan, mengecek salah satu tower liar di intersection Dewi Sri. Pejabat asal Sempidi ini terlihat kecewa melihat di salah satu tamannya berdiri tower tanpa koordinasi. “Ini jelas-jelas pelanggaran, memang kita tidak berwenang mengeluarkan rekomendasi. Tapi setidaknya harus ada koordinasi dan pemberitahuan sebelumnya,” tegasnya.

Apa yang dilakukan oknum pemilik bangunan tower ini, kata dia, melanggar Perda 4 tahun 2001 tentang Ketertiban Umum. Pihaknya segera akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, BPPT dan Satpol PP untuk menindaklanjuti masalah ini. “Kalau memang tidak berizin ya harus ditindak, keberadaan bangunan tower di tengah taman seperti ini mengurangi estetika taman,” ujarnya. 020

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!