Tirulah Bali

posbali.id

Redaksi Yth.

SUDAH lebih dari 70 tahun negara kita merdeka. Itu artinya, selama itu kita sudah memiliki semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika. Namun sampai kini, masih banyak orang belum bisa memahami, apalagi mempraktikkan dalam kehidupannya sehari-hari. Salah satu contoh, yakni masih adanya sejumlah orang membakar rumah ibadah seperti kasus yang terjadi di Tangjung Balai, Sumatera Utara baru-baru ini. Menurut berita, ada enam vihara dan kelenteng yang diserang sejumlah warga.

Mengapa mereka melakukan hal itu? Apapun motifnya, yang jelas tindakan anarkis itu jelas melanggar hukum. Mengingat kasus itu, maka pemerintah perlu mensosialisasikan semboyan Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat. Bahwa sesungguhnya semua ajaran agama adalah sama, yakni mengajarkan tentang kasih sayang, menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama.

Bukan bermaksud promosi, tapi kenyataan membuktikan, bahwa kehidupan beragama di Bali rupanya perlu ditiru. Di Nusa Dua, ada dibangun tempat ibadah yang berlainan agama. Di Denpasar Selatan, ada rumah ibadah satu areal, dimiliki penganut Khonghucu, Buddha dan Hindu. Mereka bertemu, berkomunikasi, dengan semangat persaudaraan. Nah, rupanya, ini perlu ditiru oleh daerah lain.


Kadek Wiratama

Jl. Bedahulu, Denpasar

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!