Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Penelitian, Unwar Gelar Coaching Clinic Proposal Penelitian

posbali.id
Wakil Rektor I Unwar (tengah) dan jajaran Universitas berfoto bersama dengan narasumber Coaching Clinic Proposal Penelitian Hibah Kemenristekdikti

DENPASAR, POSBALI.ID – Untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian di kalangan dosen, Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Coaching Clinic Proposal Penelitian Hibah Ristekdikti, Jumat (13/4). Sebagai pemateri dalam acara yang diikuti 80 dosen itu adalah dua reviewer Kemenristekdikti (Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti), Dr. Ir. Mustangimah, M.Si. dan Dr. Djarat Tri Kartono, M.Si.

“Ini salah satu yang kita fasilitasi untuk dosen sebagai langkah meningkatkan penelitian, terutama yang sumber dananya dari eksternal termasuk dari Dikti,” ungkap Wakil Rektor I Unwar, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si.

Ia menyadari, lolos tidaknya suatu proposal penelitian sangat ditentukan oleh kesesuaian proposal penelitian dengan sistem formasi penelitian. Sehingga, menjadi penting seorang peneliti mengikuti sistem manajemen formasi yang ditawarkan pemberi hibah, termasuk dari Dikti.

Dijelaskan Kaca, selama dua tahun terakhir jumlah penelitian yang dihasilkan Unwar terus meningkat. Pada tahun 2016 pihaknya berhasil melaporkan sebanyak 126 judul penelitian ke Kemenristekdikti, sedangkan di tahun 2017 meningkat menjadi 146 judul penelitian. “Tahun ini kita harapkan bisa meningkat 20 persen dari tahun lalu. Untuk mendukung itu, secara internal kita telah sediakan dana penelitian hampir Rp 2 milyar, jika ditotalkan dana keseluruhan mencapai Rp 4 milyar untuk tahun ini,” jelasnya.

Selain mendorong peningkatan jumlah penelitian, pihaknya juga berharap terjadi pemerataan jumlah penelitian yang selama ini masih didominasi dua fakultas. Sebelumnya baru terlibat 162 orang dari 341 dosen yang terekam, sehingga perlu dimaksimalkan. “Dari bidang keilmuannya, penelitian ilmu-ilmu eksakta memang masih mendominasi dibanding ilmu humaniora,” tambahnya.

Pihaknya juga tengah mengoptimalkan hilirisasi dari penelitian. Selain mengoptimalkan penelitian agar bisa masuk ke jurnal internasional, pihak universitas juga menyediakan publikasi berupa jurnal berbagai bidang ilmu yang berjumlah 18 jurnal.

“Selain penyesuaian formasi kita juga fokus pada hilirisasi penelitian. Apakah dalam bentuk jurnal maniskrip, HAKI maupun buku ajar ber-ISBN, itu adalah indikator kualitas pebelitian,” katanya.

Menurutnya, penelitian adalah suatu aset. Hasil penelitian belum tentu akan dimanfaatkan dalam waktu dekat. Suatu penelitian dapat dimanfaatkan di tahun-tahun berikutnya. “Kita harapkan semua dosen hilirisasinya bisa ke kita. Ada juga e report-nya, sehingga bisa diakses siapapun, berapa dokumen (penelitian) yang dihasilkan. Kita juga berikan kesempatan dosen baru, meski belum memiliki jabatan akademik, dapat jadi ketua tim peneliti di bidang penelitian dosen pemula. Itu semua agar budaya akademik  terpacu,” jelasnya. eri
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *