Tinggalkan Sepucuk Surat, IRT Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

posbali.id

BULELENG, POS BALI ONLINE – Warga Banjar Dinas Kaja, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, pada Senin (30/10/2017) siang sekitar pukul 11.00 wita, dibuat heboh dengan Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Luh Widiasih (25) tewas dengan cara gantung diri di dalam kamar mandi rumahnya. Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, karena persoalan uang arisan dan kepikiran akibat mencuri uang di kamar suci mertuanya.

Berdasarkan informasi dihimpun di lapangan menyebutkan, korban Widiasih pertama kali ditemukan tewas oleh suami korban bernama Gede Sukadana (28), saat sedang mencari istrinya di sekitar rumahnya. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tergantung di dalam kamar mandi, menggunakan selendang warna yang diikatkan di langit-langit kamar mandi.

Sukadana yang kaget, langsung panik dan berteriak secara histeris sambil meminta pertolongan. Warga dan kerabat korban yang mendengar teriakan itu, langsung menghampiri Sukadana dan langsung menurunkan korban sambil berteriak. Selanjutnya, korban dibawa ke bale bengong depan rumah korban. Anggota Polsek Kubutambahan bersama tim medis dari Puskesmas Kubutambahan I, yang datang ke lokasi langsung melakukan tindakan.

Dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban diduga kuat meninggal karena gantung diri. Namun, untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, tim medis menyarankan agar jenazah korban dilakukan otopsi. Namun, permintaan itu ditolak oleh keluarga korban.

Dikonfirmasi Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP. Nyoman Suartika mengatakan, dari keluarga korban yakin korban meninggal akibat gantung diri hal tersebut dikuatkan dengan adanya penemuan langsung oleh suami korban. Sehingga, keluarga korban menolak untuk dilakukan otupsi. “Dugaan sementara penyebab korban bunuh diri, karena frustasi tidak dapat memberikan  uang arisan yang dipegangnya ke orang yang mendalatkan, serta mengambil uang di kamar suci mertuanya,” kata Suartika, di Mapolres Buleleng.

Dugaan itu diperkuat dengan surat yang ditemukan dan surat itu ditulis oleh korban, sebelum nekat melakukan aksi bunuh diri itu. “Barang bukti yang kami temukan di TKP, 1 potong selendang, buku tulis yang berisi surat korban dan itu ditulis korban, beberapa obat yang ditemukan didalam tas kresek dekat korban, sisa nasi yang sudah dimakan diatas piring dekat dengan korban,” jelas Suartika.

Katena pihak keluarga korban menerima dengan lapang dada atas peristiwa tersebut, maka jenazah korban kini sudah diserahkan ke rumah korban untuk disemayamkan. “Karena tidak dilakukan otopsi, kemudian korban diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkas Suartika. 018

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!