Tim Hukum Fauzan Khalid Laporkan Penyebar Fitnah ke Ditreskrimsus Polda NTB

posbali.id

MATARAM, POSBALI.ID – Pihak H. Fauzan Khalid melalui tim hukumnya akhirnya menindaklanjuti dugaan fitnah yang disebarkan Ketua LPKP NTB berinisial EI. Jumat (13/4), Tim Hukum Fauzan Khalid melapor ke Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB.

Sekitar pukul 11.00 Wita, Tim Hukum Fauzan Khalid langsung masuk ke ruang cybers crime Ditreskrimsus Polda NTB. Tim Hukum yang terdiri dari Sahrul Mustofa, DA Malik, dan Amri Nuryadin memberikan sejumlah alat bukti awal serta sejumlah saksi yang diajukan untuk mendukung laporannya.

Dalam laporannya, Tim Hukum Fauzan Khalid melaporkan oknum EI terkait dengan perkara dugaan tindak pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik oleh melalui media sosial face book dan media online. Menurut Tim Hukum Fauzan Khalid tuduhan EI yang menuduh H. Fauzan Khalid menggunakan dana APBD untuk kampanye merupakan sebuah fitnah yang keji.

Pun demikian dengan isu tentang adanya pengelembungan dana APBD yang dituduhkan merupakan isu yang tidak benar. Pasalnya, dana APBD 2018 sebesar Rp73 milliar itu tidak pernah digunakan untuk kampanye apalagi penggelembungan dana APBD. “Sama sekali tidak ada pengelembungan/mark-up yang dilakukan oleh H. Fauzan Kahlid. Pemberitaan yang tidak benar yang disebarkan oleh terlapor melalui media sosial adalah merupakan perbuatan yang sangat keji, dan merusak harkat dan matababat H. Fauzan Khalid,” Kata Ketua Tim Hukum Fauzan Khalid, Sahrul Mustofa.

Tak hanya itu, Sahrul juga menyatakan bahwa selama ini yang bersangkutan selama ini dikenal sebagai pemimpin daerah yang bersih dari korupsi, tapi dituduh telah melakukan korupsi. Lanjutnya, penyebaran informasi yang tidak benar yang dilakukan oleh saudara EI ini melanggar ketentuan dalam pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana telah diubah dengan UU Ri No.19 Tahun 2018 tentang Perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu, saat di Ditreskrimsus Polda NTB, laporan diterima oleh Penyidik yang diwakili oleh Tim Khusus yang menagani pelanggaran ITE (penyidik) di Polda NTB. Tanda bukti penerimaan laporan pengaduan telah diterima oleh Tim Hukum Fauzan Khalid dari Bripka Rifai tertuang dalam bukti tanda laporan Nomor : TBLP/19/IV/2018/Dit Reskrimsus, tertanggal 13 April 2018.
Setelah menerima laporan resmi dari Tim Hukum Fauzan Khalid, rencananya pihak penyidik akan melakukan koordinasi dan akan segera menidaklanjuti laporan Tim Hukum Fauzan Khalid dengan memaanggil sejumlah saksi dan akan mengumpulkan alat bukti tambahan.

Ditambahkan Sahrul, laporan pengaduan yang dilakukan pihak Fauzan Khalid merupakan sebagai “warning” kepada semua pihak, agar dalam kampanye untuk tidak menyebarkan fitnah, atau menyampaikan black campaign. Lanjutnya, materi kampanye haruslah penyampaian visi, misi serta profile calon.

Kampanye hitam atau black caimpaign, menurut Tim Hukum Fauzan Khalid selain bertentangan dengan nilai-nilai budaya masyarakat setempat dan nilai-nilai islami juga dapat memicu polarisasi dan konflik sosial ditengah masyarakat, dan yang akan dirugikan akibat kampanye hitam adalah masyarakat, karena masyarakat hanya akan disuguhkan/ditebarkan pada rasa kebencian, bukan penenaman akan kesadaran masyarakat untuk memahami visi dan misi serta pofile calon yang sejatinya. “Kami berharap ke depan, para pendukung sekaligus pengguna media sosial dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk penyampaian visi, misi dan profile calon, tanpa harus menjelek-jelekkan calon lain, apalagi menyebarkan fitnah. Karena fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Jadi, cukup H. Fauzan Khalid yang telah menjadi korban fitnah, tidak boleh adalagi korban fitnah medsos berikutnya. Karena korban fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Jadi, sangat wajar jika laporan/pengaduan ini dilakukan agar tidak lagi terjadi fitnah kepada yang lainnya,” pungkasnya kemudian. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *