Tiga Paslon Bertarung di Pilkada Lobar

posbali.id

LOBAR, POSBALI.ID – Senin (12/2) kemarin, tahapan Pilkada Lobar sampai pada penetapan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Kepala Daerah (Kada) menjadi pasangan calon (Paslon) Kada. Seperti prediksi sejak awal, dari tiga Bapaslon yang pendaftar mendaftar, ketiganya dinyatakan memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai Paslon oleh KPU Lobar.

 

Penetepan Paslon peserta Pilkada Lobar itu sendiri dilakukan di Kantor KPU Lobar melalui tahapan Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Lobar tahun 2018. “Berdasarkan PKPU I yang dirubah ke PKPU II, ke tiga Bakal pasangan calon resmi menyandang status sebagai pasangan calon peserta Pilkada Lobar tahun 2018,” demikian disampaikan Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri dalam rapat pleno tersebut.

 

Pantauan dalam acara rapat pleno tersebut, sebelum penetapan Paslon dilakukan, terlebih dahulu KPU Lobar menyerahkan hasil penelitian dan perbaikan syarat pendaftaran calon kepada penghubung Pasangan Calon atau Liasion Organizer (LO). Usai itu, Suhaimi kemudian membacakan tiga Bapaslon yang lolos menjadi Paslon peserta Pilkada Lobar tahun 2018.

 

Ke tiga Paslon tersebut sesuai nomor urut pendaftarannya antara lain, pasangan Nauvar Furqoni Farinduan-TGH. Muammar Arafat (F-One), kemudian pasangan H.M. Izzul Islam-TGH. Khudari Ibrahim (Zulkhair) dan terakhir pasangan H. Fauzan Khalid-Hj. Sumiatun (Zaitun).

 

Sementara itu, Divisi Hukum KPU Lobar, Suhardi menyampaikan, bahwa ketika Paslon ditetapkan maka wajib memenuhi syarat lainnya seperti menyerahkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian sebagai anggota DPRD baik Kabupaten Lobar maupun Propinsi NTB. “Kalau anggota DPRD masih aktif, harus menyerahkan SK tersebut 1 bulan sebelum pencoblosan ke KPU,” ujarnya.

 

Selain itu, pasangan calon juga diwajibkan menyampaikan laporan dana awal kampanye paling lambat pada 14 Februari pukul 18.00 wita ke KPU Lobar. “Untuk pembuatan rekening dana wajib di tandatangani oleh Paslon dan partai pengusung. Tidak boleh ditandatangani sendiri, harus semua,” tegasnya kemudian.

 

Sementara itu, Ketua Panwaslu Lobar Lalu Arjuna Surya Nursiwan dalam kesempatan itu menyampaikan himbauannya terkait antisipasi politik uang (Money Politic) dan juga tidak mempergunakan isu SARA (Suku, Agama, dan Ras) dalam kampanye. “Setelah ditetapkan, jangan ada politik uang yang dilakukan. Bagi paslon itu yang ditemukan melakukan politik uang bisa dianulir pencalonan dan bahkan dianulir jika menjadi pemenang. Paslon kami minta untuk patuh terhadap regulasi yang ada,” himbaunya.

 

Terakhir, Ketua KPU Lobar Suhaimi Syamsuri juga meminta kepada para Paslon untuk menertibkan semua atribut kampanyenya. Hal itu dikarenakan KPU sudah menyiapkan alat peraga yang anggarannya mencapai Rp1,8 miliar. “Ke depannya kami harapkan tidak ada lagi paslon yang menempel posternya di pohon. Jangan mau dibilang calon penjaga pohon,” pungkasnya sambil berseloroh. 033

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *