Tiga Daerah NTB Ditetapkan Jadi Lumbung Jagung Nasional

posbali.id

SUMBAWA, POS BALI ONLINE – Pemerintah menetapkan tiga daerah di NTB menjadi lumbung jagung nasional. Ketiga daerah itu, yakni Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, dan Dompu.  Kepastian penetapannya dikemukan langsung Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan panen raya jagung di Desa Tanga, Kecamatan Utan, Sumbawa pada Sabtu (20/8).

“Pentapan tiga daerah di NTB menjadi lumbung jagung nasional tidak lain merupakan langkah kita guna menjadikan NTB di tahun 2017 sebagai provinsi lumbung jagung nasional,” tegas Amran dalam sambutannya.

Mentan menegaskan, saat ini, produksi panen jagung petani di NTB telah mampu  diserap seluruhnya oleh Bulog setempat dengan harga sebesar Rp 3.100 perkilogramnya. Hal itu berarti sesuai dengan Keppres yang telah di tandatangani oleh Presiden.

“Wajar jika, kita tetapkan tiga daerah di NTB sebagai lumbung jagung nasional. Karena, produksi panen padi mampu diserap Bulog dengan harga sesuai Keppres,” ungkap Amran.

Ia mengatakan, dengan mampunya produksi panen petani saat ini, maka kran impor jagung dipastikan tidak akan ada lagi di Indonesia. “Kami tutup keran impor, harga dijamin oleh pemerintah, Rp. 3.150/ Kg,” kata Amran.

Pria kelahiran Bone, Sulsel itu mengatakan, merujuk data BPS, maka sektor pertanian mampu menyumbang peningkatan ekonomi tertinggi di Indonesia. Apalagi, produksi padi di tahun 2015 merupakan tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Selain itu, indeks ketahanan pangan Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Oleh karena itu, Amran mengajak para petani untuk serius bekerja untuk meningkatkan produksi.  “Khusus, NTB kita targetkan mampu menghasilkan sebanyak 400 ribu hektare jagung,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB H. Muhamad Amin menyampaikan terimakasih kepada Menteri Pertanian yang banyak memberikan bantuan kepada NTB. Menurutnya, dengan masifnya penanaman jagung di NTB diharapkan mampu  meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.

Terpisah, Bupati Sumbawa HM. Husni Jibril BSc mengakui, wilayahnya memiliki potensi yg sangat luar biasa dalam pengembangan jagung. Dimana, target capaian sasaran penanaman jagung melebihi 100% di kabupaten Sumbawa.

Meski demikian, ada permasalahan yang kini dihadapi petani mulai saluran irigasi, bibit dan peralatan produksi pertanian. “Sehingga, kami berharap pembangunan bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan agar bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat secepatnya,” tandas Husni Djibril.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung NTB di tahun 2015 adalah sebesar 959.973 ton pipilan kering, yang berarti terjadi peningkatan produksi sebesar 22,16 persen bila dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 785.864 ton pipilan kering.

Peningkatan produksi ini, disebabkan karena luas panen jagung yang meningkat dari 126.577 hektare pada tahun 2014 menjadi 143.117 hektare pada tahun 2015.  Disamping itu, peningkatan produksi jagung juga disebabkan meningkatnya produktivitas tanaman jagung sebesar 8,04 persen yaitu dari 62,09 Kw/ha pada tahun 2014 menjadi 67,08 Kw/ha pada tahun 2015. 031

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!