Tiap desa di Badung dihimbau lakukan sosialisasi dan pelatihan antisipasi dan penanganan dini kebakaran

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Tiap desa di Kabupaten Badung disarankan (dihimbau) untuk menganggarkan pelatihan dan sosialisasi cara penanggulangan kebakaran sejak dini. Ha tersebut untuk mempercepat proses penanganan dan mengedukasi masyarakat desa, terkait potensi dan upaya preventif dalam menghadapi bahaya kebakaran di tiap desa. “Pelatihan ini bisa nanti diberikan kepada anggota linmas masing-masing desa, sehingga mereka terlatih dalam mengantisipasi terjasinya kebakaran, khususnya di rumah tangga warga. Mereka ini kita harap bisa menjadi agen kita untuk mengedukasi masyarakat,”ujar Kadis Damkar dan Penyelamatan kabupaten Badung, Wayan Wirya belum lama ini.

 

Sejauh ini diakuinya dari sekian desa di Badung, Desa Sibang Kaja dan Desa Buduk sudah melakukan hal tersebut. Diharapkan kedepannya setiap desa lainnya juga mengikuti langkah tersebut, apalagi khususnya di kawasan Badung selatan yang memiliki kepadatan persebaran rumah tangga dan arus lalulintas yang cukup padat. Pihaknya senantiasa akan siap memberikan pelatihan tersebut, kendati itu dilakukan pada malam hari. “Untuk kelurahan karena sekarang berproses menjadi desa, itu semua nanti akan kita sarankan jika sudah ada kejelasannya. Tapi rencana kita yang paling dekat adalah menganjurkan tiap kecamatan untuk melakukan sosialisasi, supaya mereka lebih mengetahui terkait antisipasi dan langkah menghadapi kebakaran sejak dini,”paparnya.

 

Untuk meminimalisir potensi terjadinya kebakaran, pihaknya juga mengaku rutin telah memberikan sosialisasi tersebut kepada pihak sekolah, dengan menyebar poster dan himbauan. Begitu juga melakukan pelatihan kepada pihak hotel dan memeriksa kesiapan peralatan hotel dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran di tempatnya. Sementara untuk mempercepat pelayanan dan memudahkan informasi kepada masyarakat, pihaknya mengaku telah membuat sebuah aplikasi pemadam kebakaran, yang didalamnya berisi informasi, call center, link media dan lain sebagainya. Hal tersebut berkaca pada masih adanya laporan kebakaran yang dilaporkan oleh pihak ketiga, bukan oleh saksi terkait. sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap respontime. Aplikasi sederhana tersebut bisa di download di app store atau google play. “Aplikasi ini kita buat dengan manfaatkan personil kita yang mahir IT. Awalnya aplikasi ini diberi nama sim keramat (sistem penyelamat pemadam kebakaran). Tapi dari masukan pak Bupati, sekarang kita ubah menjadi Simpera (sistem informasi kebakaran dan penyelamatan),”bebernya sembari menerangkan pihaknya juga update menginformasikan kejadian di grup internal WA Damkar yang terkoneksi ke instagram, FB dan website Damkar Badung.

 

Dari data sarana komunikasi yang digunakan masyarakat untuk menghubungi Dinas Kebakaran dan Penyelamatan pada tahun 2017, tercatat ada 3 alat yang sering dipergunakan warga. Pertama menghubungi lewat telepon atau HP tercatat 147 kejadian atau setara 83 persen, kedua dengan datang langsung ke pos dengan 24 kejadian atau 14 persen dan ketiga lewat radio komunikasi atau HT dengan 6 kejadian atau 3 persen.  Berdasarkan catatan pihaknya hingga Maret 2018 ini, di Badung telah terjadi 30 kasus kebakaran. Sementara pada 2017 terjadi 177 kasus, tahun 2016 tercatat 104 kasus, tahun 2015 tercatat 199 kasus, tahun 2014 tercatat 191 kasus, dan tahun 2013 terjadi 137 kasus. Untuk di tahun 2017, kecamatan yang dominan mengalami kasus kebakaran terjadi di Kuta Selatan dengan 46 kasus atau 26 persen. Kedua ditempati Kuta Utara dengan 43 kasus atau setara 24 persen, ketiga Kuta dengan 38 kasus atau setara 21 persen, keempat Mengwi dengan 31 kasus atau setara 17 persen, kelima Abiansemal dengan 13 kasus atau setara 7 persen dan keenam, Petang dengan 6 kasus atau setara 3 persen. “Kasus kebakaran dominan atau sekitar 40 persen dari seluruh kejadian disebabkan arus pendek (konsleting listrik), karena itulah perlu adanya sertifikasi dan pembaharuan instalasi dalam kurun waktu tertentu. Sisanya itu karena faktor pembakaran sampah atau membuang puntung rokok, dupa yang lupa dimatikan, meledaknya kompor dan lain sebagainya yang cenderung diakibatkan kelalaian,”imbuhnya. GAY
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!