Terjadi Kemacetan, Tamba Minta Gubernur Resmikan Underpass Ngurah Rai

posbali.id

DENPASAR, POS BALI.ID- Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba meminta agar Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai segera dioperasikan, jika syarat kelayakannya sudah terpenuhi.

Menurut dia, peresmian Underpass itu tanpa menunggu peresmian oleh Presiden Jokowi yang direncanakan bersamaan dengan peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada akhir September ini. Underpass itu kata dia, bisa diresmikan oleh Gubernur Bali dan Bupati Badung.

Underpass sepanjang 712 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 5,2 meter itu sudah diuji coba pada 10 September lalu, dan upacara pemelaspasan pun sudah dilakukan pada 12 September lalu. Underpass itu dibangun untuk mengurangi kemacetan di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekaligus untuk mendukung pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia pada bulan Oktober mendatang.

“Jangan banyak ceremonial, buka saja. Diresmikan saja oleh Gubernur Bali didampingi Bupati Badung,” kata Tamba di Denpasar, Minggu (16/9).

Wakil rakyat asal Jembrana ini mengungkapkan, dirinya mendapat keluhan dari masyarakat terkait kemacetan di seputaran Underpass tersebut pasca-ujicoba beberapa hari lalu. Menurut dia, masyarakat mengira Underpass itu sudah bisa digunakan. Kendaraan yang hendak melintas di Underpass itu pun terjebak kemacetan.

“Masyarakat mengeluhkan kemacetan di sana. Ini sekarang malah macet full di sana. Masyarakat pikir underpass itu sudah dibuka, ternyata belum. Komisi III DPRD Bali sudah sidak ke sana, sudah uji coba dan pemlaspasan. Ya udah buka saja, resmikan. Jangan buang duit lagi. Kalau sudah bisa dibuka, jangan ditunda-tunda lagi,” tegas Tamba.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Darmawahana belum bisa diminta tanggapannya. Nomor telpon selulernya tak aktif saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon.

Sebelumnya BBPJN VIII menyebutkan pengoperasian Underpass itu dibuka untuk umum masih menunggu persetujuan pemerintah pusat. Sebab .asih ada beberapa survey kelayakan yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dibuka untuk umum.

Pembangunan Underpass itu dimulai sejak September 2017, dengan nilai Rp 168,3 miliar melalui anggaran BBPJN VIII, Ditjen Bina Marga. Pengoperasian Underpass itu nantinya diperkirakan dapat mengurangi kemacetan hingga 50 persen dari kondisi semula.(*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Terjadi Kemacetan, Tamba Minta Gubernur Resmikan Underpass Ngurah Rai

  • 21/09/2018 pada 5:35 AM
    Permalink

    Benar sekali. Memang sepertinya sudah bisa dan layak dipergunakan sejak dua minggu lalu,

    Bisa juga dibuka dulu dan diresmikan nantinya jika Presiden atau Gubernur tidak sibuk. Kasihan masyarakat selalu terjebak kemacetan.

    Bayangkan saja kalau IMF tiba2 dimajukan minggu lalu. Bukan saja langsung dibuka underpassnya, tetapi Presiden pasti langsung terbang datang khusus untuk meresmikan secepatnya. Prioritas pemerintah yang salah – masyarakat harusnya lebih dipentingkan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!