Tepis Pembobolan Rp200 Miliar, OJK Pertegas BPD Bali Sehat dan Aman

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Kepala OJK KR 8 Hizbullah secara tegas menyatakan posisi BPD saat ini performanya aman dan masuk dalam kategori sehat. “Soal kredit macet itu kan memang sudah lama kita ketahui. Tapi kalau dibandingkan dengan aset yang dimiliki, jelas kemampuan bank masih lebih besar,” ujarnya ditemui di Denpasar, Kamis (7/12/2017).

Lebihan jauh ia memaparkan, kredit macet PT KCPP dan PT HBP (Debitur, red) oleh BPD sudah dibentuk yang namanya cadangan kerugian atau penghapusan kredit sesuai dengan prinsip akuntansi. “Dan sekarang hotel yang dijaminkan itu dalam proses pelelangan, dijual hotel itu oleh kurator seharga Rp 200 miliar. Nah, kalau itu laku kembali, maka itu akan jadi keuntungan bagi BPD,” tukasnya. Ia menampik jika itu dikatakan “pembobolan” atau bagian dari korupsi, semua proses telah sesuai dengan akad kredit.

Menurutnya, awal dikucurkan kredit itu sebenarnya tidak ada masalah, namun seiring berjalannya waktu timbul persoalan internal manajemen debitur yang berimbas pada BPD. “Ada persoalan manajemen debitur, hutang menumpuk, sehingga kreditur (BPD, red) mengajukan pailit. Bahkan kreditur bukan hanya BPD tapi ada beberapa kreditur lainnya melakukan hal yang sama,” ungkap Hizbullah.

Posisi debitur sebenarnya sudah habis buku, dengan sisa utang 179 miliar untuk keduanya PT KCPP dan PT HBP. “Istilah pembobolan itu beda, jangan asal menggunakan istilah. Bukti fisiknya ada, dan hotel Sovereign yang jadi jaminan masih beroperasi,” ucap Hizbullah mengingatkan agar jangan sembarangan menggunakan istilah yang bisa menyebabkan multi tafsir.

Sebagai otoritas yang mengawasi perbankan pihaknya secara umum telah melakukan pengawasan bukan hanya kepada BPD tapi semua lembaga keuangan. Hizbullah yang telah malang melintang selama 26 tahun sebagai pengawas Bank mengakui terkadang ada kelemahan kelemahan, namun tidak terlalu signifikan. “Umumnya banyak bank tutup bukan karena kalah bersaing, tapi biasanya digerogoti dari dalam,” katanya lagi.

Deputi Direktur Pengawasan LJK 2 dan Perizinan OJK Rochman yang mendampingi Hizbullah mempertegas, jika memang ditemukan penyimpangan dalam proses pencairan kredit yang dilakukan oleh oknum BPD silahkan diproses. “Kalau memang itu ada kaitannya dengan indikasi indikasi penyimpangan dalam proses itu ya silahkan diproses hukum. Tapi jangan sampai mempengaruhi banknya. Yang utama itu bagaimana menjaga performa bank,” ucapnya sembari mempertegas pihaknya tidak akan melindungi siapapun dalam hal ini yang terlibat masalah hukum.

Jika itu dianggap sebagai sebuah masalah besar dampaknya pasti terlihat, tapi fakta yang sesungguhnya BPD tidak ada persoalan baik dari sisi performa dan kesehatan bank. Kalaupun timbul kerugian itu sudah diantisipasi dalam bentuk pembentukan cadangan. “Artinya secara finansial itu tidak akan mempengaruhi, itu menurut pengamatan kami,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan bila ada pihak pihak yang berusaha “menggoreng” persoalan ini tolong dilihat dulu persoalannya secara komprehensif jangan sepenggal sepenggal. “Yang disayangkan jika ada komentar komentar negatif yang hanya melihat dari satu sisi, bank yang akan rusak performanya. Pasalnya kalau banknya rusak untuk membangun kembali butuh waktu yang lama,” jelasnya. Apalagi BPD bank milik masyarakat Bali, ini yang mestinya dijaga. Kredit macet hal lumrah yang dialami semua bank.

Sedangkan dari tempat terpisah Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang dimintakan pendapatnya soal posisi BPD menyatakan, sejauh ini berdasarkan pengamatan dan data yang dimiliki tidak ada masalah alias sehat. “Cuma soal BPD ini jangan “digoreng” untuk konsumsi tertentu,” katanya mengingatkan. Justru ia mempertanyakan apanya yang bermasalah ?. Kalau soal Kredit Rp 200 miliar prosesnya tengah berjalan. “Yang bermasalah kan debiturnya yang mengalami pailit, bukan BPD nya. Tentu sekarang kewajiban kurator untuk melakukan proses penjualan aset agar dana hutang yang tersisa bisa kembali,” tukasnya dan berharap kepada masyarakat luas ia berharap tidak perlu panik, karena BPD aman. 016

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *