Tembak Burung, Imam Suhadi CS Diamankan

posbali.id
Polisi memperlihatkan barang bukti berikut tiga pemburu burung di TNBB saat diamankan di Mapolres Jembrana, Kamis (11/1).
POS BALI/024

JEMBRANA, POS BALI – Tiga orang pemburu jenis cipow dan perenjak di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tepatnya di blok hutan Cekik, Gilimanuk diringkus Polisi Kehutanan (Polhut) saat melakukan patroli. Ketiganya ini tertangkap tangan saat memburu burung.

Ketiga pemburu burung di TNBB yang diamankan tersebut masing-masing Imam Suhadi,28, asal Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Misran,28 asal Lingkungan Pertukangan, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana dan Mashudi,32 asal Dusun Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. “Ketiga orang ini ditangkap saat Polhut melakukan patrol di kawasan TNBB,” kata I Ketut Tanggal.

Lebih lanjut, I Ketut Tanggal mengatakan, ditangkapnya ketiga orang ini berawal dari pihaknya mendengar suara burung ribut di sekitar sarang burung Jalak Bali pada Selasa (9/1). Pihaknya langsung melakukan patroli dan mendekati sumber suara tersebut dan terlihat bayangan orang lewat di semak-semak. Bersama petugas lain pihaknya mencari keberadaan orang tersebut. Tidak berapa lama terlihat seorang laki-laki berada di dalam hutan tidak jauh dari lokasi pencarian.

“Saat satu orang kita temukan, beberapa saat lagi muncul dua orang lain yang mengaku temannya yang sama-sama memikat burung dengan menggunakan pulut (getah-red). Sehingga ketiganya kita amankan kemudian diserahkan ke Mapolres Jembrana,” jelasnya.

Sementara, Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi Kasat Reskrim AKP Yusak A Sooai, saat dikonfirmasi Kamis (11/1) membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan dari polisi hutan TNBB. Selain ketiga orang tersebut pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu ekor burung sirpu, satu ekor burung prenjak, tiga buah tas warna hijau, 29 potongan bamboo yang sudah berisi getah/pulut, 2 buah pipa paralon, 2 buah parang, 10 buah bungbungan tempat burung dari pipa dan 5 buah bungbungan dari bamboo, dua buah handphone, satu buah powerbank dan dua unit sepeda motor.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat dengan pasal 33 ayat 3 jo pasal 40 ayat 2  Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun,” jelas AKBP Priyanto.024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *