Tarung Derajat Optimis di PON Jabar Raih 3 Emas

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Meski menyadari persaingan berebut medali pada PON XIX /2016 Jabar sangat berat, tapi Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Bali tetap optimis untuk membidik tiga medali  emas.

Manajer tim tarung derajat PON Bali, Anak Agung  Bagus Tri Candra Arka menjelaskan,  incaran medali itu tidak sekadar pasang angka, tapi didasari berbagai prestasi yang diraih petarung pulau dewata.  Pada Pra-PON  meraih 2 medali emas, 3 perak dan 3 medali perunggu, dan secara keseluruhan  meloloskan 9 petarung.

Dari acuan prestasi Pra-PON, Kodrat Bali telah berupaya menggembleng petarung menuju kualitas, kalau pun sekarang Adip Gandadi Putra peraih perak PON XVIII/Riau mata kirinya bengkak akibat pukulan saat latihan, kini sudah membaik.

Sedangkan prediksi gapaian emas, kata Gung Cok, sapaan akrab manajer tim tarung derajat PON Bali, dinanti dari tampilan para petarung yang meraih perak pada Pra-PON.“Petarung yang meraih emas pada Pra-PON untuk bisa dipertahankan, sementara yang saat itu kebagian perak bisa ditingkatkan menjadi emas,” kata Gung Cok, Jumat (12/8) kemarin usai senam bersama di Hotel Batukaru Denpasar.

Dikatakan, tak hanya sekadar harapan, tapi telah dibarengi upaya peningkatan kualitas petarung dari TC Desentralisasi hingga sekarang TC Sentralisasi. Pelatihan yang matang itu tak lain untuk menghadapi calon rival terberat yakni petarung dari Jawa Barat. Petarung tuan rumah PON, secara riil tidak diketahui kekuatannya, karena tidak terlibat pada Pra-PON dan selaku tuan rumah otomatis masuk PON.

Menurut Gung Cok, belajar dari hajatan sama empat tahunan di Riau, petarung Bali Adip Gandadi Putra saat tampil di fi nal mampu menghajar petarung tuan rumah Riau, tapi pada akhirnya Adip harus menerima kenyataan hanya kebagian perak.

Guna mengantisipasi hal serupa atau non teknis dari tuan rumah, Gung Cok sudah mewanti-wanti kepada petarung pulau Dewata jika bertemu dengan petarung tuan rumah untuk tidak diberi ampun.

Kunci utama untuk memenangi pertandingan dan menghilangkan non teknis yakni merobohkan lawan. “Kalau mampu merobohkan lawan, khususnya petarung Jawa Barat, maka wasit/ juri yang memimpin pertandingan tak bisa ‘bermain mata’,” jelasnya. bud

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!