Tangkal Hoax Jelang Pemilu, Desa Adat Canggu Datangkan Polda Bali

posbali.id

BADUNG, POSBALI.ID- Wakil Direktur Intelkam Polda Bali AKBP Dwi Wahyudi meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berbagai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Hal itu menyikapi maraknya informasi hoax menjelang Pilpres dan Pileg yang digelar serentak pada 17 April mendatang.

Penegasan itu disampaikan Dwi Wahyudi saat bertatap muka dengan Krama Desa Adat Canggu di Banjar Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Selasa (5/2/2019). Pertemuan ini diinisiasi oleh Desa Adat Canggu menyikapi maraknya informasi liar dan hoax menjelang Pemilu.

Menurut dia, jika ada informasi yang masih simpang siur kebenarannya, ia meminta masyarakat untuk menanyakan kepada orang yang memahami permasalahannya. Ia juga mempersilahkan masyarakat untuk menanyakan langsung kepada aparat kepolisian

“Jangan langsung percaya dengan sesuatu yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Tanyakan dulu kepada orang yang mengerti. Kalau perlu, silahkan datang ke kantor polisi untuk bertanya terkait berita yang beredar, 24 jam kami siap menerima masyarakat,” kata Dwi Wahyudi.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan warga setempat dan masyarakat Bali secara umum untuk tidak terpancing dengan kejadian di luar Pulau Dewata ini. Ia juga meminta kepada perangkat desa termasuk jagabaya agar membantu aparat kepolisian dalam memberikan informasi secara langsung ke masyarakat agar tidak terjadi keresahan.

“Berikan arahan kepada masyarakat khususnya tentang bagaimana kita mengantisipasi adanya ujaran kebencian, berita bohong dan sebagainya yang kira-kira akan mengganggu stabilitas keamanan wilayah Desa Adat Canggu hingga berakhirnya masa pemilu yang kurang tiga bulan lagi ini,” ujarnya.

“Saya juga perlu sampaikan di bulan Februari ini Polda Bali rencananya akan mengundang seluruh bendesa, pecalang, dan perangkat desa di Bali dan kemungkinan dihadiri oleh bapak Kapolda Bali. Disana akan disampaikan terkait keamanan menghadapi pemilu,” lanjut dia.

Lebih lanjut Dwi Wahyudi memberikan apresiasi karena baru Desa Adat Canggu yang meminta kepolisian dalam hal ini Polda Bali untuk memberikan pemaparan terkait upaya-upaya mencegah terganggunya kondisi keamanan menjelang pemilu.

“Yang perlu kita syukuri sampai sekarang situasi keamanan di Bali relatif kondusif. Masyarakat di Bali sudah sangat dewasa meskipun berbeda pandangan pilihan politik. Ini yang harus terus kita jaga karena bagaimana pun, Bali sebagai destinasi pariwisata sangat butuh situasi damai, tenang dan nyaman,” katanya.

Bendesa Adat Canggu I Nyoman Sucapa mengaku pihaknya mengundang Polda Bali lantaran melihat maraknya informasi di media sosial yang cenderung negatif dan dianggapnya memberi pengaruh buruk di masyarakat.

“Kami berkepentingan untuk diberikan pengarahan apalagi menjelang pemilu. Momen ini menurut kami menjadi momen sangat baik karena kami sebagai warga Canggu membutuhkan suasana tenang, damai dan tidak was-was,” ujar Nyoman Sucapa usai pertemuan.

Pihaknya tak ingin informasi liar dan hoax menjelang Pemilu ini bisa merusak ketenangan masyarakat. “Tadi disampaikan oleh Pak Wadir Intelkam jika ada sesuatu yang dirasa membuat resah segera sampaikan ke kepolisian. Meski saat ini Canggu masih aman, tapi dengan maraknya informasi hoaks kami khawatir akan menjadi racun di masyarakat,” katanya.

“Saya sendiri berharap dengan kegiatan ini masyarakat akan lebih paham dan tidak terpancing dengan hal-hal tidak jelas terkait dengan pemilu,” pungkas Nyoman Sucapa. (*)

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!