Tak Sekedar Jadi Lokasi Mancing

posbali.id

Warga Tanah Ampo Berharap Dermaga Cruise Dilanjutkan 

 

Nyoman Sutirtayana

KEBERADAAN dermaga cruise Tanah Ampo yang tidak beroperasi mengundang keprihatinan banyak orang. Sebab dermaga yang dibangun dengan dana ratusan miliar tersebut kini hanya jadi objek lokasi pavorit para pemancing.

Banyak kemudian yang berharap dermaga kembali dibangun. Termasuk warga Tanah Ampo sendiri yang merasa nasibnya dirugikan kalau proyek tersebut tidak dilanjutkan. Sebab warga yang dulu merelakan pesisir pantainya yang dulunya sebagai tempat sandaran perahu dijadikan landasan dermaga. Sehingga warga yang dulunya sebagai nelayan penghasilannya menurun drastis.

Bendesa Adat Tanah Ampo, Gede Suadnyana menyampaikan warga Tanah Ampo sering mengeluhkan nasib dermaga yang berada di wilayahnya mangkrak. Warga berharap dermaga dilanjutkan agar bisa memperbaiki ekonomi keluarga sementara warga sudah tidak bisa mengandalkan dari penghasilan nelayan. “Semenjak ada dermaga hasil tangkapan menurun, karena terhalang oleh dermaga,” ujar Suadnyana saat ditemui di Amlapura, Jumat (19/8) kemarin.

Suadnyana yang juga merupakan PNS di Pemkab Karangasem tersebut meminta agar pemerintah benar-banar serius memperjuangkan agar dermaga bisa dilanjutkan pembangunannya. Sebab sejak dibangun 2007 silam dermaga hanya beroperasi sesaat namun tutup sehingga warga kehilangan mata pencaharian. Dismpaikan bahwa dari 150 KK warga yang berprofesi sebagai nelayan 120 orang. Namun karena pendapatan nelayan kini sangat merosot sehingga warga pun hanya bisa berharap kepada dermaga. “Warga berharap dermaga dihidupkan kembali, itu satu-satunya harapan warga agar Tanah Ampo bisa berkembang,” terangnya. ***

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!