Tak Pernah Terpikir Menjadi Sulinggih

posbali.id

PERJALANAN hidup  menjadi sulinggih sama sekali tak pernah terpikirkan oleh Jro Gede Nyoman Deril. Bahkan, semasa welaka  sempat berulang kali menolak  kehendak niskala  yang memintanya  untuk menjadi sulinggih.

Namun,  penolakan sosok   yang kini bergelar Ida Pandita Agni Mpu Sidembunut dari Geria  Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli ini, justru membuat mantan Kasubag Humas Polres Bangli harus menghadapi berbagai cobaan hidup hingga nyawanya terancam.

Ditemui di Gerianya saat usai upacara suddha bhumi dan Mapulang Lingga/ Ngelinggihang Veda didampingi Ida Pandita Agni Sri Mpu Sidembunut bercerita singkat mengenai kisah hidupnya sebelum menjadi sulinggih.

Ida Pandita Agni Mpu Sidembunut saat welaka  bernama  I Nyoman Deril  menuturkan,  dirinya sempat mengahadapi cobaan  yang tak mengenakkan sampai nyawanya terancam silih berganti.

Saat itu dirinya bertugas  sebagai polisi di Polres Sumbawa tahun 1979 sempat mengalami kecelakaan. Mobil pimpinannya  terbakar  sehingga dirinya ikut terbakar dan lukanya cukup parah.

Menurut dokter yang merawat dikatakan untuk hidup kemungkinan tipis. “Saat itu tubuh saya dari pinggang sampai ke atas semua mengalami luka bakar sangat parah, “tuturnya.

Bahkan selama dua hari matanya tidak bisa melihat hanya memakai naluri saja untuk mengenal sahabat yang datang menjenguk. Setelah tersebut, kedua orang tuanya di Bangli pun menanyakan kepada orang pintar (Tapakan).

Dalam  keterangan dikatakan,  dirinya harus siap ngiring  menjadi pemangku”Perintah niskala  saat itu jika tidak mau ngiring  akan dicabut nyawanya sat itu juga. Mengetahui hal tersebut, tahun 1982 pulang ke Bangli  dan langsung  mawinten di Geria Bukit” terangnya.

Walaupun sudah mawinten  menjadi pemangku, namun Ida  Pandita  dalam hatinya saat itu masih tetap menolak  kehendak niskala. Dia mengakui  bahwa saat jadi pemangku sempat malu berpakaian putih-putih.

Setelah berkalkali bermimpi yang aneh-aneh dan diingatkan kembali dengan mengalami kejadian di luar logika akhirnya, baru memantapkan diri untuk mejalani prosesi mediksa pada 2015 di Geria Teges Subagan Karangasem.

Setelah pensiun  memantapkan hati untuk menjalani prosesi mapulang lingga/ngalinggihang veda pada Purnama Sasih Karo  Rabu (17/8)  bersama dua sulinggih Ida Pandita Agni Acharya Suvirapremananda dari Pasraman Prema Viaya,Takmung Klungkung dan Ida Pandita Agni Madhusudhana.

Acara ini  disaksikan  oleh Ida Pedanda Ketut Subali Tianyar Arimbawa selaku Guru Waktra,Ida Pandita Mpu Maitreya Para Dharma selaku Guru saksi dan Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Agni Yogananda selaku nabe napak. 028

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Tak Pernah Terpikir Menjadi Sulinggih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!