Tak Ada Tanda Kekerasan, Suteja Meninggal Wajar

posbali.id

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Teka-teki penyebab kematian Suteja (55) di lingkungan SMAN 2 Denpasar, Kamis (18/8), akhirnya terkuak. Pria yang berprofesi sebagai tukang kebun di sekolah tersebut dinilai meninggal secara wajar oleh polisi.

Kanit Reskrim Polsek Densel Iptu Bangkit Dananjaya atas izin Kapolsek Densel AKP Aris Purwanto, Jumat (19/8) mengatakan, dari hasil visum di RSUP Sanglah Denpasar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ada ditemukan (tanda kekerasan). Menurut keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit diabetes dan jantung. Mungkin itu penyebabnya,” jelasnya.

Bangkit menjelaskan, pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi, dua masih pelajar dan yang satu lagi penjaga kantin. “Awalnya, kedua saksi tersebut melihat korban duduk tertidur di atas meja di emperan perpustakaan sekolah. Tapi, karena penasaran melihat korban yang tidak ada gerak sama sekali, mereka kemudian memanggil penjaga kantin,” papar Bangkit.

Lanjutnya, setelah diperiksa oleh penjaga kantin, barulah dipastikan bahwa korban sudah meninggal. Ketika diperiksa, wajah korban sudah dikerubuti semut. Kemudian mereka memanggil Satpam, dan akhirnya diteruskan kepada pihak keluarga. “Jadi, meninggalnya itu sekitar pukul 13.40 Wita dan baru diketahui meninggal oleh saksi sekitar pukul 16.30 Wita,” terangnya.

Ditambahkan, jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga. “Sudah. Jadi, mereka (keluarga korban) ikut kami ke RSUP Sanglah. Malamnya langsung diserahkan oleh pihak rumah sakit,” pungkasnya. mur

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!