Tahun Politik, Tiap Elemen Bangsa Wajib Jaga Eksistensi Empat Konsensus Dasar

posbali.id
Deklarasi Pergerakan Sanatana Dharma (Persadha) di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bali, Rabu (12/12).
DENPASAR, posbali.id – Bhineka Tunggal Ika bersama tiga konsensus lainnya (Pancasila, UUD RI 1945, NKRI) adalah tali pengikat persatuan bangsa Indonesia. Dengan slogan sederhana penuh makna inilah Indonesia akhirnya lahir, tumbuh, dan bertahan di tengah derasnya keberagaman hingga saat ini.Mengingat hal tersebut, setiap elemen bangsa memiliki tanggungjawab yang sama untuk memelihara Bhineka Tunggal Ika dan tiga konsensus lainnya. “Kenapa (kebinekaan) ini harus kita jaga? Karena walau kadang kebinekaan ini kerap menimbulkan masalah, tapi di sisi lain ia  merupakan potensi yang dimiliki bangsa kita,” ungkap Ketua Harian Pergerakan Sanatana Dharma (Persadha) Nusantara, Dr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si., di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dirangkaikan dengan deklarasi pendirian Persadha Nusantara di Lembaga Penjamaninan Mutu Pendidikan (LPMP) Bali, Denpasar, Rabu (12/12).

Dikatakannya, pada 2019 nanti bangsa Indonesia akan kembali diuji soal persatuan bangsa dan upaya mengeksiskan Empat Konsensus Dasar. Ia tidak menampik, momen pemilu jika tidak dikelola dengan baik dapat menjadi bumerang pemecah belah persatuan. Untuk itu, setiap elemen bangsa hendaknya sama-sama berkomitmen menjaga persatuan, salah satunya dengan merawat kebinekaan.

“Kebinekaan itu harus kita jaga. Meski organisasi berbasis Hindu, kami (berkomitmen) menyatukan diri untuk memelihara (kebinekaan) ini. Kebinekaan yang kita miliki ini agar semakin tumbuh subur. Jangan sampai ada upaya untuk menodai salah satu eksponen bangsa ini, baik suku, agama, ras, golongan. Kita harus tetap hidup bersama-sama dalam negeri kesatuan republik Indonesia,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, deklarasi Persadha Nusantara yang digelar berdekatan dengan tahun politik bukan berarti memiliki relasi dengan politik praktis. Justru mereka hadir untuk mengambil momen tersebut, menguatkan eksistensi Empat Konsensus Dasar di tengah tensi politik yang panas. “Kita tidak mau menunggu-nunggu, justru ini momen yang baik untuk menguatkan kebinekaan. Ke depan kita akan kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta untuk menguatkan itu, sama seperti saat ini, pada saat deklarasi kita mulai dengan kerjasama MPR RI melalui Sosialisaai Empat Pilar,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota MPR RI, Gede Pasek Suardika, S.H., M.H. (GPS) menambahkan, dalam upaya mempertahankan eksistensi Empat Konsensus Dasar, peran kaum milenial adalah satu yang terpenting. “Dalam sosialisasi ini kita sasar anak-anak melenial, agar pemahaman empat pilar itu bisa maksimal dipahami dengan metodologi yang lebih komunikatif. Itu yang kami lakukan bersama Persadha Nusantara,” ungkap GPS yang tidak lain merupakan Ketua Umum Persadha Nusantara.

Ke depan pihaknya berkomitmen tidak akan pernah lelah dan berhenti menerapkan sert mensosialisasikan Empat Konsensus Kebangsaan dalam konsorsium negara kita ini. “Karena penetrasi asing sudah masuk ke berbagai lini kehidupan untuk melemahkan empat pondamen dasar negara ini. Baik lewat teknologi, baik lewat doktrinasi, serta macam-macam cara (yang berupaya) untuk melemahkan Empat Pilar itu. Jadi karena generasi muda ini masa depan kita, jadi mereka yang kita utamakan dulu, disana lah sasaran utamanya,” pungkasnya. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!