Tabungan Tak Bisa Cair, Nasabah LPD Resah

posbali.id

JEMBRANA, POS BALI ONLINE – Perasaan resah dan gelisah menyelimuti sebagian nasabah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Pasalnya, mereka tidak bisa menarik uang simpanannya dalam bentuk tabungan. Bahkan, para nasabah yang sebagian besar pedagang kecil hingga saat ini tidak mendapat penjelasan yang gamblang dari pengurus LPD setempat.

Sejumlah nasabah mengatakan, tidak bisa dicairkanya tabungan nasabah terjadi sejak  dua bulan lalu. Saat hendak menarik tabungan, pegawai LPD mengaku uang tersebut belum bisa dicairkan lantaran ada sejumlah permasalahan. “Pas saya narik uang tabungan petugas bilang kalau uangnya belum bisa dicairkan karena tidak ada uang. Bahkan saya sampai tiga kali mendatangi kantor LPD namun tetap saja tabungan saya tidak bisa dicairkan,” kata salah seorang nasabah yang namanya enggan dikorankan.

Hal senada diungkapkan oleh nasabah lainnya. Berencana tarik tabungan untuk digunakan berobat namun jawaban tidak mengenakan dari petugas LPD, padahal dia hanya memiliki tabungan Rp 5 juta. “Uang saya sebenarnya sedikit hanya Rp 5 Juta. Namun bagi kami uang itu sangat banyak dan berarti. Karena saya berusaha menyisihkan uang terkadang Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per harinya. Uang saya tabungkan dengan susah payah, namun tidak bisa ditarik. Padahal saya sangat perlu uang itu untuk kebutuhan yang sangat mendesak,” keluh nasabah lainnya.

Terkait hal tersebut, Bendesa Adat Mendoyo Dauh Tukad Gusti Ngurah Kade Sunarta saat dikonfi rmasi Senin (22/5) membenarkan jika sejumlah uang para nasabah di LPD-nya tidak bisa dicairkan. Hal tersebut diakibatkan lantaran uang LPD digunakan oleh oknum petugas pungut. Meskipun demikian untuk menangani hal tersebut, pihaknya membentuk tim pencari fakta bersama pihak Desa dinas. Setelah nantinya tim pencari fakta ini sudah ada hasil maka pihaknya akan menindak lanjuti dengan memanggil para nasabah yang tabungannya tidak bisa dicairkan untuk mencari jalan keluar. “Ya.., masalah ini berawal dari oknum petugas pungut yang menggunakan uang tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Gusti Ngurah Sunarta mengatakan, dengan adanya kondisi ini pihaknya berharap bagi karma desa yang merupakan nasabah LPD diharapkan tenang dan bersabar. Karena uang tabungan tersebut akan segera bisa dicairkan. “Biarkan dulu kami bekerja. Dan kami yakinkan semua tabungan nasabah bisa dicairkan namun nanti akan dicairkan secara bertahap. Karena oknum petugas itu sudah mengakui kalau uang nasabah digunakan olehnya dan siap mengembalikannya,” jelasnya.

Permasalahan ini diketahui setelah pihaknya melakukan pengecekan di LPD ternyata tabungan milik nasabah tidak tercatat di buku induk LPD. Misalnya ada warga yang menabung ditulis dalam buku tabungan milik nasabah sebesar Rp10 ribu namun tidak disetorkan ke LPD dan seterusnya, sehingga lama kelamaan uang tersebut menjadi banyak dan di kantor LPD tidak ada uang. “Saat diintrograsi petugas pungut mengakui kalau uang tersebut digunakan pribadinya. Bahkan sudah menanda tangani akan siap mengembalikan sebanyak Rp 134 juta. Namun jika nantinya tim pencari fakta menemukan lebih banyak lagi uang nasabah digunakan, maka oknum petugas pungut ini siap mengembalikanya,” jelasnya. 024

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!