Suweta Mundur dari PAN

posbali.id

DENPASAR, POS BALI- Ketua Majelis Penasehat Partai Wilayah (MPPW) PAN Provinsi Bali, Njoman Gede Suweta mengundurkan diri, baik di struktur kepengurusan maupun keanggotaan partai di PAN. Pengunduran diri mantan ketua DPW PAN Provinsi Bali ini buntut dari sikap politik PAN yang menolak pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Tentang Ormas menjadi UU Ormas pada sidang Paripurna DPR RI bulan lalu.

Suweta menegaskan dirinya mendukung pengesahan Perppu Ormas itu menjadi UU. Karena itu, terkait sikap PAN yang menolak pengesahan Perppu Ormas menjadi UU, Suweta mengatakan agak sulit untuk memahaminya. Ia mengaku tak ingin berpolemik dengan partainya atas perbedaan sikap tersebut. Demi integritas dan konsistensinya mendukung Perppu Ormas tersebut, Suweta memilih mengundurkan diri dari PAN. “Dari pada berpolemik dengan sikap partai, saya lebih memilih mundur dan tidak aktif lagi di PAN, baik di struktur kepengurusan maupun di keanggotaan,” kata Suweta di Denpasar, Minggu (12/11).

Mantan Wakapolda Bali yang kini Ketua PP Polri Daerah Bali ini mengatakan, keberadaan Perppu Tentang Ormas pada dasarnya dimaksudkan untuk mengamankan dan menyelamatkan ideologi dan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni Pancasila, dari rongrongan pemikiran yang tidak setuju dan bahkan ingin mengganti Pancasila
sebagai dasar negara.

Karena itu menurut Suweta, sudah sewajarnya rakyat melalui wakilnya di DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap pengesahan Perppu Ormas menjadi UU ini. Namun, PAN justru menolaknya. “Bagi bangsa Indonesia, NKRI dengan ideologi dan dasar negara Pancasila, sudah final. Tidak boleh ada lagi pemikiran untuk mengganti Pancasila. Karena mengganti Pancasila, berarti sama dengan membubarkan NKRI,” tegas ketua Gerakan Pemantapan Pancasila (GPP) Bali ini. 010

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *