Suksesnya IMF adalah suksesnya pariwisata Bali dan Indonesia

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Suksesnya IMF dinilai merupakan bentuk suksesnya pariwisata Bali dan Indonesia. Pasalnya perhelatan IMF ditegaskan sangat berdampak langsung terhadap sektor pariwisata, yang notabene menjadi lokomotif penggerak perekonomian Bali dan sektor unggulan di Indonesia. Kendati Bali memang sudah dikenal secara internasional, namun kehadiran IMF menjadi semacam suntikan vitamin untuk lebih mengenalkan Bali di mata dunia. Hal tersebut akan semakin menegaskan bahwa Bali merupakan destinasi terfavorit di dunia. Hal tersebut disampaikan oleh ketua Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Badung, IGN Rai Suryawijaya, Rabu (10/10).

 

Diterangkannya secara riil, dampak IMF terhadap pariwisata Bali dan Indonesia diperkirakannya lebih dari Rp 1,1 triliun. Hal tersebut mencakup pembiayaan untuk trasnportasi, hotel dan sebagainya, sehingga hal itu akan berimpilikasi langsung pada PAD, perputaran uang melaluo sewa mobil, kamar hotel yang dibutuhkan, belanja dan sebagainya. Jumlah tersebut tidaklah sedikit, dikarenakan jumlah peserta IMF itu sebesar 34 ribu orang.

 

Sementara secara tidak langsung, IMF menjadi sarana promosi gratis ke-189 negara yang terlibat dalam IMF. Sehingga ini akan menjadi sarana informasi dan sharing potensi pariwisata Bali, terkait kepuasan dan experience mereka di Bali. Secara otomatis Bali akan semakin lebih dikenal lebih luas lagi, sehingga Bali akan tetap menjadi destinasi favorit di dunia. Karena itulah rekan industri diharapkannya bisa memberikan kesan dan pelayanan yang terbaik bagi mereka, sehingga mereka bisa puas dan menceritakan pengalamannya itu ke negaranya masing-masing. “Orang yang bilang IMF tidak berdampak, artinya ia tidak mengetahui bagainana itu pariwisata. Kecenderungan orang asing itu lebih percaya, jika yang memberitakan dan menceritakan langsung itu warga negaranya sendiri. IMF ini juga akan membuka investasi di Indonesia, salah satunya adalah sektor pariwisata,”bebernya.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD IHGMA Bali, Made Ramia Adnyana. Ia menilai apa yang diberikan IMF saat ini adalah berupa peluang (opportunity), yang tentunya harus ditangkap dengan baik. Jika ada orang yang mengatakan IMF adalah event yang lebih besar pasak dari pada tiang, otang itu dinilainya merupakan seseorang yang tidak bisa menangkap peluang dan memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Salah satu contohnya adalah berupa peluang promosi pariwisata Bali secara gratis, dikarenakan event tersebut juga menyertakan 2500 media dari 189 negara yang hadir. Hal tersebuf secara langsung akan mengangkat image Bali ke seluruh dunia. “Konsekwensinya ini adalah setelahnya berkunjungnya nanti, disana bisa dihitung. Event ini menjadi event promosi secara tidak langsung, yang akan berdampak besar bagi pariwisata Bali. Bayangkan jika 1 media berdampak 1 juta wisatawan, bisa dibayangkan berapa mata yang nantinya melihat Bali,”ujar Ramia.

 

Disisi lain, IMF menurutnya juga sebagai jembatan percepatan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat Bali. Seperti contoh underpass Ngurah Rai, perluasa apron bandara Ngurah Rai, GWK, TPA Suwung, perluasan dermaga cruise. Hal itu merupakan infrastruktur yang memang diperlukan Bali, yang notabene mungkin akan lama terealisasi jika tidak ada IMF. Belum lagi suistainble ekonomi kedepan, pertumbuhan ekonomi Bali yang berpotensi meningkat dan melebihi nasional, penyerapan tenaga kerja karena hampir 21 Tenaga kerja yang terlibat dalam IMF, kesan Bali is good place for mice destinasi, sektor pendapatan dari transportasi, akomodasi, belanja dan lain sebagainya. “Inilah kesempatan bagi Bali dan Indonesia untuk mengambil peran lebih jauh di kancah perekonomian dunia, membahas isu global dan sebagai ajang sharing knowlede dan sebagainya,”tegasnya.

 

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, AA Putu Yuyun Hanura menerangkan ada 39 destinasi yang disiapkan Badung, untuk kunjungan delegasi IMF. Hal tersebut tergantung dari keinginan delegasi nantinya ingin berkunjung kemana. Namun diakuinya sudah ada beberapa destinasi yang sudah pasti dikunjungi, seperti Taman Ayun, Uluwatu, Labuan Sait dan Pandawa serta beberapa obyek lainnya. “Jadi nanti pokmaswas dan pengelola disana yang akan menyambut rombongan dengan diarahkan panitia IMF. Mereka tetap kok membayar tiket dengan mekanisme  khusus, dimana 75 persen tiket ini akan didapat pengelola dan 25 persennya akan masuk ke Pemkab Badung. Nantinya dana itu juga akan kita kembalikan dengan bentuk peningkatan fasilitas yang ada,”jelas Yuyun. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

2 tanggapan untuk “Suksesnya IMF adalah suksesnya pariwisata Bali dan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!