Sukses Ajak Masyarakat Jeli Lihat Peluang Usaha

posbali.id

Siap Dampingi Masyarakat

MANGUPURA, POS BALI – Seiring dinamika dan perkembangan wilayah Kuta Selatan yang sangat dinamis, pembangunan Sumber Daya Manusia yang kompetitif dan berdaya saing sangat diperlukan. Masyarakat diminta jangan hanya cermat dalam mengambil peluang kerja, namun juga cermat mengambil peluang usaha. Jika masyarakat setempat benar-benar ingin menjadi raja di tanah kelahirannya sendiri. Begitulah sekilas ulasan perbincangan dengan salah satu tokoh masyarakat Kuta Selatan, Wayan Sukses, SE ditemui disela-sela perayaan ulang tahunnya ke-46 Selasa (5/2).

 

Sukses yang juga merupakan Ketua DPD Partai Perindo kabupaten Badung ini menilai, peluang kerja memang sangat penting diperjuangkan. Dimana sebelum perusahaan terkait didirikan dan diberikan izin, tentu harus ada MoU menyangkut penyerapan tenaga kerja lokal. Hal tersebut dijadikan salah satu contoh yang perlu disorot, berkaca pada kasus protes masyarakat lokal di Badung terkait porsi penyerapan tenaga kerja lokal. Sebagian besar usaha di Kutsel diakuinya cenderung mengurus izin terlebih dahulu dan mengenyampingkan masalah porsi penyerapan tenaga kerja lokal. Padahal seyogyanya penyerapan tenaga kerja harus diutamakan terlebih dahulu, seberapa besar perusahaan menampung tenaga kerja bersangkutan. “Yang penting itu bagaimana pemerintah di tingkat terbawah ini bisa berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemilik usaha, terkait penyerapan tenaga kerja sekitar. Adanya MoU penyerapan tenaga kerja lokal ini harus diperjuangkan, sebagai komitmen perusahaan membangun wilayah usahanya,”terang mantan Ketua Forum Kaling Kuta Selatan ini.

 

Namun dibalik merebut peluang kerja, yang terpenting menurutnya perlu diperjuangkan adalah merebut peluang usaha. Sebab peluang usaha di wilayah Kutsel sangat terbuka lebar, bukan hanya mengacu menjadi tenaga kerja tapi manjadi bagian yang diperlukan usaha terkait. Seperti contoh, menjadi suplier kebutuhan hotel, alat tulis kantor, kost-kostan dan lain sebagainya. Hal tersebut dinilainya sangat memungkinkan, seiring dinamika wilayah yang semakin berkembang. Namun hal itu dinilainya perlu diimbangi antara keamauan dan peluang usaha yang ada. “Masyarakat kita harus ikut menjadi pelaku usaha, caranya adalah menjadi wira usaha. Mari ikut bersama-sama, benahi diri, ikut berwira swasta. Jangan berpangku tangan, tapi ikut bersaing. Tidak ada istilah terlambat, dan tidak bisa. Kalau ada keinginan, kemauan, keyakinan, saya yakin kita mampu bersaing,”tegas calon Legislatif DPRD Badung dapil Kutsel ini.

 

Faktor pendampingan dinilainya harus terus digenjot, sehingga masyarakat bisa memahami apa peluang kerja yang bisa digarap. Karena itulah, ia berkomitmen untuk mengkawal hal tersebut jika dipercayai oleh masyarakat. Sebab tujuannya mengabdi adalah memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat. Hal itu sejalan dengan visi partainya, yaitu Indonesia bisa sejahtera melalui peningkatan UKM yang ada di sekitar. Hal itu sudah dibuktikannya dari kiprahnya selama 17 tahun menjadi salah satu pengusaha muda yang berasal dari nol. Hingga ia mampu mempekerjakan ratusan masyarakat dan terus memotivasi karyawannya menjadi wira usaha. “Saya ingin mengembangkan sektor usaha menengah, sehingga masyarakat mampu menciptakan usaha. Membangkitkan anak muda agar jangan hanya menjadi pekerja, tapi jadilah pelaku usaha. Jika kita mampu dalam hal itu, maka masalah lapangan pekerjana itu mampu kita entaskan,”pungkas pria yang memiliki usaha dibidang travel agent, trannsportasi, money changer, wraping dan rumah makan. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!