Stok dan Bahan Kebutuhan Pokok di NTB Aman

Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani (kiri) saat melakukakan sidak ke pasar tradisional di Kota Mataram terkait kondisi harga kebutuhan pokok. (RUL/POS BALI)

Permintaan di Maulid Nabi Diantisipasi

MATARAM, POS BALI – Fluktuasi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat pengaruh cuaca ekstrim di wilayah NTB akhir-akhir ini, dipastikan belum berdampak terjadinya lonjakan harga di pasaran. Meski demikian, kenaikan justru terjadi pada tiket penerbangan dan juga pembantu rumah tangga (PRT).

Kepala Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Putu Selly Andayani menegaskan, hingga kini, belum terjadi lonjakan harga bahan pokok dan juga kelangkaan stok di NTB. “Yang naik itu tiket penumpang pesawat, sama PRT. Kalau bahan pokok, seperti cabai sudah ada penetrasi dari pemerintah pusat yang kaitannya dengan HET yang masih berlangsung,” ujar Sally menjawab wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/12) kemarin.

Pernyataan Selly itu selaras dengan hasil rilis yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) NTB pada Senin (4/12) lalu. Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB Ni Kadek Adi Madri mengatakan, jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada Oktober sebanyak 155.580 orang, atau naik tipis sebesar 0,31 persen dari September 2017. Sedangkan jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional sebanyak 14.132 orang, atau turun sebesar 1,37 persen.

Sementara, jumlah penumpang yang berangkat pada Oktober 2017 melalui penerbangan domestik turun sebesar 2,41 persen dibandingkan September 2017.

“Adapun jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional meningkat sebesar 0,27 persen,” tandas Madri.

Lonjakan Harga

Dipastikan, stok bahan pokok untuk empat bulan ke depan di NTB masih aman. Selly Andayani, mengaku jika pada 28 Nopember lalu, Dinas Perdagangan NTB telah melakukan rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB, kabupaten/kota, para distributor, dan juga Bulog. “Para distributor dan Bulog mengatakan bahwa aman sampai empat bulan ke depan,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata Selly, belum terlihat adanya lonjakan harga maupun permintaan stok bahan pokok. Kendati begitu, Sally mewaspadai peningkatan lonjakan sejumlah bahan baku pada akhir tahun ini lantaran peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Lombok, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati selama sebulan penuh dengan adanya tradisi Begibung atau makan bersama yang tentunya mengerek peningkatan permintaan kebutuhan pokok seperti beras dan daging.

“Yang perlu kita antisipasi peringatan Maulid Nabi selama satu bulan. Kita undangan Maulid ada beberapa, dan itu tentu membutuhkan daging semua. Saat ini masih minggu awal dan stok masih aman,” lanjut Selly.

Selly berharap ketersediaan stok tetap dijaga. Saat ini, lanjut Sally, harga daging masih relatif normal, dengan sebesar Rp 80 ribu per kg di pasar swalayan dan Rp 120 ribu per kg di pasar tradisional, yang menurutnya masih dalam kategori normal.

Selly juga mengapresiasi inisiasi Pemkot Mataram, Pemkab Lombok Barat, dan Pemkab Lombok Tengah yang menggelar pasar murah di kampung-kampung dengan masyarakat berpenghasilan rendah. “Pasar murah ini membuktikan pemerintah hadir di kantong-kantong masyarakat berpenghasilan rendah,” tandas Selly. 031

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *