Status Gunung Turun, Pariwisata Amed Masih Lesu

posbali.id

Foto: Situasi Wisata Amed yang sepi karena Pengaruh Status Gunung Agung
KARANGASEM, POS BALI – Kendati status Gunung Agung sudah diturunkan menjadi level III Siaga, namun pariwisata di Kawasan Amed, Kecamatan Abang, Karangasem ternyata masih lesu. Para wisatawan masih enggan ke Amed pasca ramai-ramai ditinggakan ketika penetapan status Awas pada akhir September lalu. Hal ini membuat para pelaku pariwisata di Amed mengeluh karena omset menurun drastis. “Penurunan pariwisata di sini pasca situasai Awas Gunung Agung sangat signifikan, menurun hampir 90%,” ujar salah satu pengusaha pariwisata Amed, Ketut Dayuh saat ditemui di Amed belum lama ini.
Dayuh yang merupakan pemilik Arya Amed Beach Resort tersebut mengaku beberapa teman-temannya sampai tutup karena sepinya tamu. Kendati demikian, Ia memilih tetap buka karena ingin menunjukkan bahwa Amed aman untuk dikunjungi karena memang berada di radius aman. “Saya tetap buka ingin menunjukkan kalau Amed aman sehingga bisa menarik wisatawan agar datang,” terangnya. Dayuh menuturkan bahwa dari 24 Kamar yang dimilikinya hanya 1-2 Kamar yang terisi wisatawan. “Kalau dibandingkan dengan tahun lalu jelas beda, sekarang jauh turun,” ungkapnya.
Menghadapi situasi itu, Pihaknya meminta perhatian pemerintah terhadap Amed lebih ditingkatkan. Menurutnya, Amed yang menjadi destinasi wisata Diving dan Snorkling saat ini masih dikeluhkan oleh wisatawan karena letak yang terlalu jauh dari Denpasar. Pihaknya berharap pemerintah memfasilitasi masalah transportasi sehingga cost bisa ditekan dengan mengadakan armada transportasi khusus Denpasar- Karangasem dengan rute melewati Amed. “Kalau pemerintah hadir menyediakan transportasi maka bisa menarik lebih banyak wisatwan, makanya disediakan mini bus trayek khusus ke Amed sehingga biaya transport bisa ditekan,” terangnya.
Dayuh yang juga pengusaha Galian C tersebut menerangkan saat ini sewa satu mobil mengantar wisatawan ke Denpasar Rp.500 ribu. Harga tersebut bisa ditekan hingga Rp.70 ribu perorang jika difasilitasi pemerintah. “Bayangkan kalau ada mini bus yang trayek setiap 20 menit lewat ke Karangam-Denpasar jelas sangat membantu pariwisata,” terangnya. Pihaknya menyampaikan untuk itu setidaknya disediakan 20 Mini Bus yang bukan hanya untuk pariwisata namun juga untuk kalangan umum. “Ini bisa juga digunakan sebagai transportasi masal untuk pemerintah atau warga umum,” terangnya.
Pihaknya yakin dengan hadirnya pemerintah untuk Amed bisa membuat pariwisata di pesisir timur Karangasem itu lebih menggeliat. Tentunya juga bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem sehingga bisa mensejahterakan masyarakat. 017

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!