Sri, Si Serba Perdana

posbali.id

KEBERHASILAN lifter Sri Wahyuni Agustiani meraih medali perak Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro menegaskan betapa angkat besi telah  rutin jadi penyumbang medali buat Indonesia di pesta olahraga multicabang sedunia itu.

Sri Wahyuni, yang baru pertama kali tampil di Olimpiade, menandai debutnya atau tampil perdana dengan medali perak nomor 48 kg. Itu sekaligus menjadi medali pertama Indonesia di Olimpiade kali ini dan yang ke-28 sepanjang sejarah keikutsertaan ‘Merah Putih’ di ajang tersebut.

Angkat Besi menyumbang medali Olimpiade pertamanya buat Indonesia lewat pencapaian atlet putri Papua, Lisa Rumbewas, yang menyabet perak nomor 48 kg pada Olimpiade Sydney tahun 2000. Ada pula perunggu dari Sri Indriyani (putri 48 kg) dan Winarni (putri 53 kg).

Empat tahun kemudian dalam Olimpiade Athena tahun 2004, Lisa Rumbewas kembali unjuk gigi dengan meraih medali perak ketika beraksi di nomor 53 kg.

Di tahun 2008, saat Olimpiade dihelat di Beijing giliran dua atlet putra, Eko Yuli Irawan (56 kg) dan Triyatno (62 kg), yang menambah koleksi medali perak persembahan angkat besi buat Indonesia.

Tradisi medali dari angkat besi terjaga dalam Olimpiade 2012 di London. Triyatno menyabet perak nomor 69 kg, sedangkan Eko Yuli meraih perunggu nomor 62 kg.

Tahun ini, tentu saja, ada Sri Wahyuni yang sudah memastikan tradisi itu tidak terhenti. Peluang Angkat Besi menambah sumbangan medalinya pun masih terbuka lebar mengingat di Olimpiade kali ini Indonesia mengirimkan total tujuh atlet angkat besi yakni Sri Wahyuni, Dewi Safi tri, Eko Yuli, Triyatno, M. Hasbi, Deni, dan I Ketut Ariana. pus/dbs

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!