Soal Perubahan, Transport Online “Gagal Paham”

posbali.id

*Ditolak Bukan Akibat Persoalan Aplikasi

DENPASAR, POS BALI ONLINE – Aksi turun kabeh aliansi gabungan transport lokal se-Bali yang sebelumnya dibalas dengan aksi demo angkutan berbasis online yang mengatasnamakan Paguyuban Transportasi Online Bali (PTOB) memang sampai sekarang belum ada ujung pangkal penyelesaiannya.

Jika ditelusuri, buntut persoalan awalnya akibat makin maraknya angkutan online di Bali yang operasionalnya dilarang dengan Surat Edaran Gubernur Bali No.551/2783/DPIK yang melarang operasional angkutan online berbasis Uber, Grab dan GoCar di Bali. Namun, titik persoalannya ternyata bukan seperti itu dan sering menimbulkan banyak pihak “gagal paham”. Bahkan sekelas kepala dinas pun yang membidangi angkutan juga bisa gagal paham, sehingga terbukti sampai sekarang juga belum menemukan solusinya.

Padahal terkait hal itu, Wakil Ketua III DPD Organda Bali, I Wayan Pande Sudirta yang juga Ketua KSU Ngurah Rai Taksi, sebelumnya pernah menyatakan ikut gerah dengan aksi demo transport online. Bahkan politisi PDI Perjuangan itu pun menyebut sopir angkutan online, katakanlah yang menggunakan aplikasi Grab, Uber maupun GoCar sudah tidak paham dengan aturan. “Ya, mereka ngerti atau ngak aturannya dibuat blunder kayak gitu? he he he rame dah jadinya blunder…,” ungkapnya lewat pesan WhatsApp menanggapi sopir transport online yang berdemo beberapa waktu lalu.

Nah, apa yang dimaksud gagal paham menurut Pande, semestinya sopir transport online paham aturan. Jadi persoalannya bukan tidak mau mengikuti perubahan dengan memakai aplikasi. Karena tahun sebelumnya, Ngurah Rai Taksi sendiri sudah menggunakan aplikasi mandiri sebatas sebagai pengganti sistem pemesanan manual atau istilah kerennya konvensional.

Jadi siapakah yang ternyata gagal paham soal penolakan Grab, Uber maupun GoCar di Bali? Kalo mengikuti perubahan siapapun pasti mengikuti perubahan, termasuk sistem aplikasi semacam itu. Namun ada aturan tersendiri dari produk aplikasi yang mestinya berimbas terhadap masing-masing regulasi yang mengikutinya. Misalnya aplikasi sejenis transfer uang tanpa biaya yang tidak memenuhi aturan OJK.

“Misalnya sekarang juga ada sistem transfer uang gratis lewat aplikasi online. Nah kalo uangnya ditransfer 1 juta itu bisa sampai uangnya. Tapi jika pas transfer 20 juta, tapi uangnya tidak sampai, nah siapa yang bertanggungjawab? Apakah BI (Bank Indonesia, red) mau tanggung jawab?. Inikan tidak diatur oleh OJK,” tanya salah satu sumber salah satu otoritas perbankan yang namanya enggan di korankan, Minggu (5/2).

Sama dengan aplikasi transfer uang online tanpa biaya tersebut, aplikasi angkutan online diminta memenuhi aturan. Aturannya tertuang dalam PM (Peraturan Menteri) Perhubungan No.32/2016 yang menjadi senjata ampuh transport online mengklaim bisa bebas beroperasi. Padahal ada sejumlah poin aturan yang mesti harus dipenuhi terlebih dahulu.

Jadi kembali bukan soal tidak mau atau menolak ikut perubahan seperti yang diwacanakan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Bagi yang masih gagal paham jawabannya masih sangat sederhana. Ikuti aturan bisa bebas beroperasi apapun jenis dan layanan transportasinya demi rasa aman dan nyaman termasuk rasa keadilan berusaha maupun berbisnis transportasi di Bali.

“Seharusnya aplikasi berbisnis angkutan online itu, seperti yang pernah diuraikan sebelumnya,” kata Pande sembari menyebutkan, berdasarkan PM32/2016 sudah mengatur perusahaan angkutan boleh menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi, asalkan sudah berbadan hukum dan sudah berkantor secara legal.

Tapi faktanya sampai sekarang mengikuti aturan transportasi saja tidak mau, apalagi mau sadar membuka kantor cabang di Bali sesuai dengan PM32 yang dijabarkan secara lengkap di Pasal 40 dan 41 maupun pasal 42. 016

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Satu tanggapan untuk “Soal Perubahan, Transport Online “Gagal Paham”

  • 09/11/2018 pada 8:27 AM
    Permalink

    Demba Ba may have been welcomed as hero when he arrived in China, but the former Chelsea striker is already remodelling himself as something of a villain. Ba avoided a red card but sparked a brawl. Former Chelsea striker Demba Ba escapes red card despite horror tackle in China

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!