Soal Gelar Pahlawan Nasional, Gerindra NTB Tegur Keras Hamja

posbali.id

MATARAM, POS BALI ONLINE – DPD Partai Gerindra NTB memberikan teguran keras kepada salah seorang kadernya, H. Hamja atas penyataanya yang menolak penganugrahan gelar pahlawan nasional dari NTB terhadap Almagfurullah

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di salah satu media online di NTB pada Kamis (9/11) kemarin.
Ketua DPD Gerindra NTB Ridwan Hidayat mengaku telah memanggil langsung Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB pascamunculnya berita yang diviralkan lewat media sosial (medsos) dan telah dibagikan ke sejumlah akun tersebut.

“Pak Hamjah sudah meminta maaf atas kekhilafannya itu. Itu murni pendapat pribadi dan keseleo saja,” ujarnya menjawab wartwan diruang kerjanya.

Menurut Ridwan, sejatinya tidak terbesit di fikiran kadernya tersebut untuk mendeskreditkan kakek Gubernur NTB tersebut. Apalagi selanjutnya, tidak mendukung gelar anugrah Pahlawan nasional pertama kali bagi tokoh pendiri ormas Nahdatul Wathan (NW) tersebut.
Sebab, kata dia, dalam pendapat resmi fraksi Gerindra DPRD NTB yang disampaikan saat sidang paripurna DPRD pada Kamis (2/11/2017), telah ditegaskan bahwasanya, pihaknya mendukung penuh pengusulan AlmagfurullahTGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menjadi pahlawan nasional.

“Bagi Gerindra anugrah gelar pahlawan bagi Maulanasyekh adalah kebanggaan masyarakat NTB. Beliau adalah sosok pemimpin yang cerdas dan revolusioner yang mampu mengangkat harkat dan martabat warga NTB dibidang pendidikan. Sehingga, patutlah gelar pahlawan nasional kali ini,” tegas Ridwan.

Terkait sangsi. Ia menambahkan, belum memikirkannya. Meski demikian, hal ini menjadi pelajaran bagi seluruh anggota DPRD di semua wilayah NTB agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat mereka.

“Kita ini manusia, tentu ada kekhilafannya, karena kita inj tidak nabi. Yang pasti jika dia meminta maaf, maka itu sudah cukup bagi kami,” tandas Ridwan Hidayat seraya masih memikirkan sangsi yang tepat dan layak ke Hamja.

Terpisah, Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB H. Hamja mengaku telah meminta maaf atas kekhilafannya tersebut. Menurutnya, ada miskomunikasi antara dirinya dengan jurnalis yang telah mewawancarainya tersebut.
“Terlepas dari itu, saya nggak ada maksud membandingkan Almagfurullah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dengan para tokoh lokal dari NTB lainnya,” kata Hamja. 031

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *