Sisi selatan jalan underpass di tinggikan atasi air rob

posbali.id
Pemindahan utilitas pdam dan pembebasan lahan diharapkan segera selesai

MANGUPURA, POS BALI – jalan Bypass Ngurah Rai Kelan yang merupakan sisi selatan Underpass bundaran Ngurah Rai Tuban dipastikan akan mengalami peninggian jalan. Hal tersebut guna mengatasi terjadinya banjir atau rob air laut yang biasanya merendam sisi kiri jalan dari arah Nusa Dua, saat terjadinya pasang surut air laut. Hal tersebut diterangkan langsung oleh pihak Satker Balai Besar Jalan Nasional Wilayah VIII, saat ditemui Senin (5/11) kemarin. “Memang area selatan underpass akan ada peninggian jalan, tepatnya diujung underpasss itu di Sta 800 ke sta 700. Kira-kira itu setengah meteran dari posisi saat ini. Sehingga ketika terjadi rob, maka air tidak masuk ke area
underpass,”terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII, I Nyoman Yasmara.

 

Dipaparkannya persiapan proses pengerjaan underpass Ngurah Rai telah dilaksanakan sebulan lalu, mulai pemagaran proyek, mobilisasi peralatan yang akan dipergunakan, memasang secondpile boring, dan detour disisi barat dan selatan bundaran. Dimana pengerjaannya akan dilaksanakan multiyears dengan kontrak yang dimulai tanggal 26 September, oleh PT Adikarya, Nindya Karya dan Wiraguna Tani. Sementara untuk pengerjaan akan dimulai dari ring satu yang berada di area tengah bundaran. Dimana amdal proyek tersebut diakuinya masih berproses dan diharapkan selesai Desember ini. “Panjang underpas ini 712 meter dengan titik nol dari granmas hotel hingga dekat runway bandara. Waktu pelaksanaan hampir setahun dan September 2018 diminta harus sudah fungsional,”sebutnya.

 

Selain berlomba dengan waktu pelaksanaan yang relatif mepet, pihaknya mengakui bahwa area KKOP atau Kawasan Keselamatan Operasional Bandara juga menjadi tantangan tersendiri. Dari hasil rapat dengan pihak otban dan angkasa pura, pihaknya hanya diberikan bekerja di selatan runway dengan ketinggian maksimal 4 meter dan bekerja dari pukul 2 pagi hinggga 7 pagi. Sedangkan untuk sisi tengah bundaran atau turunan underpass, pihaknya bisa mengerjakan sesuai dengan ketinggian alat yang mencapai 15 meter. Karena itulah dalam pengerjaannya na ti pihaknya mengaku akan ada penambahan alat dan sumber daya di lapangan. “Clearing lahan di sisi selatan, atau area mangrove sudah dilakukan, ada sekitar 200 pohon mangrove yang ditebang. Sekarang akses jalan detour sedang dibuat dan secepat mungkin akan dikerjakan, sebab jalan ini yang nantinya akan dipergunakan warga ketika jalan disisi selatan mulai kita kerjakan. Lahan tahura yang kita mohonkan dikerjasamaakan itu pada lengan selatan sisi timur 32 are dan lengan selatan sisi barat 25 are. Memang sisi barat yang lebih banyak terpakai, karena kita menyesuaikan dengan geometri jalan,”paparnya sembari menegaskan tidak akan afa penutupan arus lalin saat proyek dikerjakan di sisis selatan.

 

Seiring dengan pembuatan underpass tersebut, pihaknya berharap tingkat kejenuhan lalin dan simpul kemacetan bisa berkurang mencapai 0,4 persen. Dimana dari survey volume lalulintas dibundaran Ngurah Rai kini mencapai 0,9 persen, hal tersebut diakuinya cukup padat karena kondisi normal kejenuhan lalin maksimal mencapai 0,5 persen. “Rekayasa lalin serta pengaturan di lapangan tetap akan kita dikoordinasikan dengan dishub dan kepolisian. Jika sudah menyentuh sisi utara dan selatan bundaran, maka kita akan intensifkan lagi. Saat ini karena pengerjaan akan dimulai disisi tengah maka traffic masih normal. Kita harap dalam pengerjaannya warga bisa mencari jalur alternatif lalin, sehingga bisa mengurai kepadatan,”harapnya.

 

Sementara terkait relokasi utilitas di area proyek, pihaknya menerangkan bahwa pemindahan akan dikerjakan ada yang mendahului proyek dan ada yang beriringan dengan proyek. Dimana pihak PLN sudah siap memindahkan utilitas mereka yang berada di zona satu (bundaran), saat ini PLN sudah menon aktifkan tegangan aliran listrik 20 kv yang melintang di bundaran. Sementara untuk disisi utara masih menungu pembebasan lahan dan¬† boxdating yang akan digarap pihaknya. Sementara cctv dan atcs yang berada di dalam bundaran saat inu diakuinya sudah di relokasi. “Pada area lengan selatan sisi barat PLN menyiapkan satu jalur lagi untuk tegangan 24 kv sebagai mengantisipasi agar tidak terjadi gangguan suplai listrik yang menuju ke bandara. Untuk pipa avtur, mereka siap dan msih menunggu top slite kita. Yang bersamaan relokasi itu kebanyakan di lahan warga,”bebernya.

 

Khusus untuk relokasi pipa milik PDAM Tirta Mangutama diakuinya masih menjadi salah satu perperhatin serius pihaknya. Sebab hal tersebut sangat berpengaruh dengan masa pengerjaan proyek, jika hal tersebut molor. Pihaknya berharap proses tersebut bisa segera terealisasi dan hal tersebut diketahuinya PDAM masih berproses lelang. Selain itu pihaknya juga berharap proses pembebasan lahan yang berada di sisi utara underpas bisa rampung bulan November tahun ini, sehingga pada awal Desember pihaknya sudah bisa melakukan pengerjaan awal disisi utara underpass. “Setelah lahan dibebaskan baru kita bisa buat jalan alternatif. Untuk sisi selatan itu yang dibebaskan total berjumlah 25 are, sisi barat 4 are dan 19 are di sisis timur,”pungkasnya sembari menerangkan proses pembebasan lahan milik warga tersebut sepenuhnya dilakukan oleh Pemkab Badung dan tinggal menunggu pembayaran kompensasi. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *