Simantri Tahun 2019 Polakan Pertanian Terpadu

posbali.id

Denpasar, posbali.id – Simantri atau Sistem Pertanian Terintegrasi yang kini sudah berusia 10 tahun, akan dipolakan di tahun 2019 menjadi pertanian terpadu. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si saat menyampaikan perubahan namanya Simantri tidak akan mempengaruhi program unggulan Simantri tersebut. Pasalnya Simantri merupakan program Pemprov Bali yang sukses, mengingat dari 752 Simantri hanya 4,4 persen yang masih terus dibina.

Tidak hanya itu saja Birokrat asal Tabanan itu juga menyampaikan, program tersebut dipastikan berlanjut di tahun 2019. Sebab masyarakat Bali masih membutuhkan program unggulan Pemprov Bali ini, karena sekitar 80 persen lahan di Bali merupakan lahan pertanian serta merupakan bio industri yang mampu memajukan kesejahteraan para petani di Bali. “Di 2019 Simantri akan diganti, hanya istilahnya saja. Tetapi model pertanian terintergrasi sudah pasti akan dilanjutkan,” paparnya ditemui di Denpasar usai meresmikan kelompok Simantri 734 Wahyu Kesiti di Banjar Jebaud, Jumat (2/11).

Wisnuardhana menambahkan, saat ini total seluruh kelompok Simantri berjumlah 752 kelompok Simantri, sedangkan pada 2018 sendiri terdapat 49 Simantri yang tersebar di 8 kabupaten di Bali. Pihaknya mengakui program Simantri sendiri berkolaborasi dengan program pertenakan yang bernama Siwab (Sapi indukan wajib bunting) yang nantinya memberikan kemajuan kepada anggotanya. “Kita berharap Simantri sendiri akan tetap eksis dan berlanjut melakukan aktifitas yang bisa menambah pendapatan dan perekonomian dari anggota,” tandasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala UPT Simantri Provinsi Bali, I Wayan Sunada, SP.M.Agb terkait perubahan Simantri di tahun 2019 akan fokus untuk pengembangan dan pemantapan kelembagaan. Sehingga kedepan kelompok Simantri tersebut bisa mengejar kualitas bukan kuantitas, yang menjadikan kelompok Simantri akan berkembang. “Progam Simantri merupakan program yang sukses dan merupakan program unggulan pemerintah Provinsi Bali. Terbukti hingga saat ini ada 125 proposal masih mengajukan Simantri,” bebernya.

Selain itu Ketua Kelompok Simantri 734 Wayan Suardika mengatakan, dengan adanya program Simantri kelompoknya merasa bersyukur. Pasalnya dengan adanya sistem Simantri pertanian terintregasi membuat petaninya memahami tentang pengolahan sistem organik. Pihaknya mengharapkan kepada pemerintah sendiri jangan hanya sekali saja melakukan bantuan dan pembinaan kepada kelompoknya demi mensukseskan program Simantri. “Saya harap pemerintah bisa terus memberikan bantuan kepada kelompok Simantri, sebab dengan adanya Simantri kelompok kami semakin bertambah pendapatannya,” ungkapnya. 016

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!