Sikapi Sampradaya, Tokoh Hindu se-Indonesia Satukan Persepsi

posbali.id
Orientasi Pembinaan Lembaga Sampradaya Hindu yang dilakukan oleh Ditjen Bimas Hindu di Denpasar (15/5) yang akan berlangsung hingga Kamis (17/5).

DENPASAR, POS BALI – Keberadaan sampradaya (kelompok spiritual) masih menjadi persoalan serius. Pasalnya, tak sedikit yang menyorot  fungsi dan kedudukan mereka di tengah pembinaan  umat Hindu yang multi etnis dan budaya di Indonesia.  Kehadiran mereka dipandang kerapkali mengubah tatanan kearifan lokal Hindu di nusnatara yang sedang tumbuh dan berkembang. Padahal, persepsi tersebut tak seutuhnya benar.

Menyikapi hal itu, berbagai tokoh dan kalangan Hindu  di Indonesia mencari jalan tengah dan mencari titik temu terhadap eksistensi sampradaya. Pembahasan tersebut berlangsung Selasa (15/5) di Denpasar melalui kegiatan Orientasi Tata Kelola Peningkatan Kualitas Pembinaan Lembaga Sampradaya Hindu. Acara yang digelar  oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu tersebut  menghadirkan perwakilan tokoh Hindu dari 33 provinsi di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh  kelompok spiritual (sampradaya), perwakilan pengurus majelis keumatan, dan Pembimas Hindu dan tokoh Hindu di daerah. Acara yang berlangsung selama 3 hari tersebut diharapkan membuahkan hasil untuk mencari solusi atas keberadaan sampradaya di Indonesia.

“Tujuan kegiatan ini untuk  memperluas dan mempersatukan wawasan terkait sampradaya Hindu sekaligus mencari titik temu  kesepahaman dalam melakukan pembimbingan  umat Hindu melalui sampradaya,”kata Ketua Panitia Ni Luh Sriminiti. Ia tak memungkiri, selama ini bahwa terjadi kesalingcurigaan antara pengikut sampradaya dengan umat Hindu pada umumnya.

Tak hanya di Bali tapi di berbagai daerah di Indonesia. Padahal, prinsip dan nilai tertinggi dari sampradaya juga menjungjung tinggi nilai-nilai Hindu. Hanya saja bentuk dan pelaksanaannya saja yang berbeda.

“Kita berharap baik Hindu dengan beragam etnis di daerah bisa hidup berdampingan,”katanya. Pengikut Sampradaya seringkali disebut dengan  aguron-guron atau sekte yang memiliki ciri spiritual yang tidak terlalu terkait pada lembaga. Namun lebih menekankan pada sikap mental, spirit pada niskama karma (berbuat baik).

Dalam kehidupan sehari-hari,  kelompok sampradaya memiliki program yang relatif lebih intensif. Mereka pada umumnya juga  penganut weda.  Di Bali, sampradaya disebut juga dengan aguron-guron. Baik sampradaya atau aguron-guron pada prinsipnya berguru kepada orang bijak.

Sementara itu Direktur Urusan Agaam Ditjen Bimas Hindu I Wayan Buda disela memberikan materi menjelaskan bahwa Hindu di Indonesia memiliki keunikan dan kekhasan karena dihidupi oleh nilai-nilai lokalitas yang kuat.

Sehingga dalam praktik beragama, baik dari segi bentuk dan cara sangat beragam dan bervariasi. Hal ini menjadi tantangan bagi pihaknya di Ditjen Bimas Hindu dalam memberikan pembinaan umat di seluruh Indonesia.

“Termasuk keberadaan sampradaya.  Seharusnya kita tidak mempertentangkan, namun mencari jalan tengah dan solusi agar setiap jenis dan bentuk praktik beragama ada titik temunya,”katanya. Ia mencontohkan dalam berbagai kepercayaan Hindu baik di Indonesia dan India dalam penggunaan sarana api misalnya ditemukan menggunakan berbagai sarana yang berbeda.

Ada dalam bentuk dupa, lilin, hingga diwadahi wadah tertentu. Ia juga menyoroti berbagai simbol-simbol Hindu Bali di luar daerah yang belakangan terjadi kerapkali menuai pro kontra. “Banyak umat di Jawa misalnya keberatan karena merasa di Balinisasikan dengan upacara ala Hindu di Bali,”ujarnya.

Untuk diketahui pertemuan tersebut nantinya akan merekomendasikan beberapa keputusan. Masing-masing utusan tokoh dari daerah akan diberikan kesempatan menyampaikan gagasan terkait Hindu dan sampradaya. Kemudian ditindaklanjuti sebagai rumusan oleh Ditjen Bimas Hindu dan PHDI Pusat dalam menentukan arah kebijakaan pembinaan umat Hindu dikemudian hari. 008

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!