Sikapi Kekecewaan KMHDI, Dirjen Bimas Hindu Beri Klarifikasi

posbali.id
Dirjen Bimas Hindu Ketut Widnya memberikan klarifikasi dihadapan jajaran pengurus KMHDI. Dialog itu ditempuh menyikapi mis komunikasi atas pernyataan Dirjen Bimas Hindu dan sepakat untuk bersinergi. Acara berlangsung di Jakarta, Senin (9/4).

JAKARTA- Kekecewaan kader KMHDI atas pernyataan Dirjen Bimas Hindu dalam  Kegiatan Konsultasi Lembaga Kepemudaan Hindu di Jakarta pada 27 – 29 Maret lalu, mulai ada titik terang. Jajaran  KMHDI merasa lega karena sudah menerima klarifikasi langsung dari Dirjen Bimas Hindu Prof I Ketut Widnya Ph.D., atas maksud yang disampaikan.  Dirjen Bimas Hindu menegaskan  tak sedikit pun menyinggung atau memandang sebelah mata  sistem kaderisasi KMHDI yang sudah berjalan dengan baik.

“Pada forum ini saya ingin tegaskan bahwa tidak ada sedikit kata pun menyinggung KMHDI. Dalam konteks kegiatan saat itu, saya mengatakan bahwa organisasi pemuda Hindu tidak memiliki sistem kaderisasi yang baik ditujukan kepada Peradah. Karena Peradah terdiri dari pemuda dan  kepengurusannya hanya tiga tahun. Tentu hal itu  belum maksimal untuk kaderisasi. Jadi di sini ada mis komunikasi,”tegas Prof I Ketut Widnya memberikan klarifikasi dihadapan jajaran pengurus PP KMHDI, DPN Peradah Indonesia, Prajaniti, PHDI pusat, WHDI, dan organ Hindu lainnya di Jakarta, Senin (9/4).

Sorotan sistem kaderisasi yang kurang baik  di organ pemuda Hindu sempat disampaikan Dirjen Bimas Hindu dalam kegiatan Konsultasi Lembaga Kepemudaan HIndu beberapa waktu lalu. Hal ini kemudian di respon KMHDI di beberapa daerah dan melayangkan surat kekecewewaan hingga viral di media.  Pernyataan tersebut, kata Widnya semata untuk memberikan motivasi kepada pemuda Hindu agar bangkit, sebagai organisasi  kader bernafaskan agama-nasionalis  di panggung lokal dan  nasional.

Acara klarifikasi yang dirangkai dengan Koordinasi dan Sinkronisasi program kerja Ditjen Bimas Hindu tersebut  berjalan dialogis dan penuh kekeluargaan. Pertemuan yang diinisiasi oleh Dirjen Bimas Hindu tersebut diambil untuk mengurangi “debat” terbuka yang berdampak buruk bagi eksistensi organ atau lembaga Hindu di mata masyarakat luas. Menurutnya, langkah dialog menjadi salah satu solusi untuk mencairkan ketegangan. Apalagi, hanya mis komunikasi.

Lebih jauh, tambah Mantan Ketua STAHN Gde Pudja Mataram tersebut, mengakui bahwa, lembaga hindu seperti organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan adalah mitra kerja dalam memberikan pelayanan umat di tengah masyarakat. Untuk itu, sinergi program yang berkelanjutkan jadi prioritas pihaknya untuk membangun komunikasi. Ditjen Bimas HIndu, menambahkan  terbuka saran dan kritik dari umat, tokoh maupun lembaga keumatan untuk memaksimalkan pelayanan kepad aumat Hindu.

Dialog klarifikasi Ditjen BImas Hindu berjalan secara kekeluargan dan memberikan paparan terkait kebijakan anggaran untuk lembaga keumatan.

“Mari kita samakan  persepsi. Polemik ini harus diakhiri dan saling bersinergi. Disini kita tidak saling mencari kesalahan. Situasi yang membuat kita terjebak dan saling mencurigai. Apa kita bagian dari masalah atau solusi?  Kita harap kita menjadi bagian dari soslusi untuk menghadapi permasalahan. Selaku orang tua, ini cara kami untuk menyampaikan kepada organisasi Hindu,”ucap Widnya.

Sementara itu Presidium Pimpinan Pusat  KMHDI Putu Wiratnaya mengakui bahwa ada mis komunikasi dari kader mereka yang mengikuti kegiatan konsultasi lembaga kepemudaan dalam menangkap pernyataan Dirjen Bimas Hindu.

Pihaknya sepakat agar polemik ini dihentikan sehingga tidak merugikan kedua belah pihak. Pada kesempatan itu, KMHDI menjelaskan sistem kaderisasi yang mereka lakukan selama ini sudah berjenjang dan berjalan dengan baik. Hanya saja ia menegaskan mahasiswa juga bagian dari pemuda sesuai dengan UU. Sehingga, hal ini sempat membuat kader KMHDI yang mengikuti Konsultasi Lembaga sempat kecewa.

“Kami tak ingin memperpanjang masalah  ini. Kami meminta maaf atas kejadian ini. Sebagai anak muda, dengan jiwa mudanya,  beginilah cara kami memberikan masukan. Namun, prinsipnya kami ingin tetap menjaga hubungan baik dan kedepan tidak berdampak pada pengurus berikutnya,”kata  Wiratnaya. Pada kesepmatan tersebut, Dirjen BImas Hindu siap memberikan bantuan  pendanaan bagi kegiatan KMHDI di tiap -tiap daerah sebagai bentuk dukungan membangun kaderisasi dan program keumatan.008

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *