Setelah rambah Jepang, Perwira tergetkan pangsapasar Australia

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Kendati baru 2 tahun berdiri, Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) ternyata sudah berhasil menembus pasar internasional. Bahkan pangsa pasar di ibu kota Jepang, yaitu Tokyo yang dikenal fanatik dan selektif, ternyata bisa ditembus Perwira. Hal tersebut mendorong para anggota Perwira yang notabene adalah UKM wanita, kini lebih menggencarkan ekspor barang mereka. “Terus terang panngsa pasar Tokyo Jepang ini sebenarnya yang paling berat, tapi produk kita sudah berhasil masuk. Jika Jepang yang notabene pangsa pasar sulit itu bisa kita tembus, maka pangsa pasar yang lain akan lebih mudah. Selain Jepang kita juga sudah masuk ke Belanda, Malaysia, Dubay, Azerbaijan, Moskow,”terang Ketua DPP Perwira Indonesia, Elza Syarief disela-sela Rapat Kerja Nasional Perwira I, Senin (16/4).

 

Dipaparkannya, dengan lebih fokusnya Perwira ke ekspor barang, maka hal itu akan otomatis membrikan pemasukan lebih, baik bagi keluarga, daerah dan negara. Jika Perwira berorientasi pada pangsa pasar lokal dan terus melaksanakan pameran, maka hal tersebut dinilainya tidak akan efisien. Sementara maksud dari gerakan perwira sendiri adalah benar-benar melakukan penjualan, sehingga bisa mendapatkan penghasilan untuk keluarga, daerah dan negara. “Perwira memang baru dua tahun dua bulan berdiri, tapi kemajuan yang kita alami ini adalah kemajuan yang pesat. Untuk ekspor ke luar negeri saja, anggota kita sudah mampu membiayainya sendiri-sendiri. Karena kita beda dengan organisasi perempuan yang lainnya, kita bukan baksos dan kita disini profesional berdagang,”paparnya.

 

Kemandirian perwira diakuinya dari cara anggota perwira yang berjumlah 1500 UKM diseluruh Indonesia, dalam mengorganisasi diri. Dimana Perwira membuat sebuah koperasi internal, yang berasal dari iuran anggota. Sehingga uang yang dikelola dan dijalankan tersebut benar-benar untuk anggota, dari anggota demi kesejahteraan anggota dan kejayaan organisasi. Kedepan pihaknya mengaku ingin melakukan penetrasi pasar ke negara Australia. “Jangan hanya produk Cina yang jatlraknya jauh itu bisa ke Australi, Indonesia yang lebih dekat juga bisa. Misalnya dengan produk boneka-boneka dan souvenir lainnya. Kita ingin kedepan melakukan branding produk ke internasional,”tegasnya.

 

Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya mengaku akan terus melakukan pelatihan, untuk meningkatkan standar quality produk dan memahami pangsa pasar yang ada. Sementara untuk pemasaran online, pihaknya juga mengaku sudah menyiapkan katalog-katalog dan rule aturan hukum, tentang bagaimana melakukan pemasaran online. Selain itu pihaknya juga telah bekerjasama dengan telkom dan melakukan reseler ptoduk, sehingga anggotanya bisa memperkerjakan agen dalam menjual produk. “Memang kendalanya kita selama ini adalah bagaimana kita masuk ke suatu negara, untuk menjual, serta menyesuaikan standarisasinya. Tapi secara umum mereka melihat produk kita ada potensi dan memang bagus,”pungkasnya sembari menerangkan produk yang lebih banyak diproduksi perwira berupa handycraft, kuliner, fashion, jewelery, furniture dan lain sebagainya.

 

Sementara Ketua DPD Perwira Bali, Anak Agung Putri Puspawati mengaku senang dengan dipilihnya Bali sebagai tempat Kongres Perwira yang pertama. Kepercayaan tersebut diakuinya tidak akan disia-siakan dan sekaligus menjadi memotivasi bagi seluruh anggotanya di propinsi Bali, serta mempererat jejaring yang lebih luas dengan anggota Perwira dari luar Bali. Dengan diadakannya kongres perwira di Bali, maka hal itu akan menjadi jendela marketing perwira ditingkat nasional dan internadional. “Perwira Bali sebenarnya sudah menjadi pelaku ekspor, namun ini perlu digenjot dan ditingkatkan. Tahun 2018 ini, kita ingin lebih besar ekspor, bukan lagi di market lokal. Sehingga ini bisa menjadi nilai tambah devisa bagi negara dan bagi Bali,”ujarnya.

 

Pihaknya mengapresiasi atas fasilitasi yang diberikan ketua umum DPP Perwira, untuk menjual produk ke luar negeri dengan kualitas yang bagus. Namun pihaknya tetap berharap kedepan bisa diberikan pelatihan-pelatihan, yang bisa meningkatkan mutu kualitas barang yang dihasilkan menjadi lebih baik. Begitupula pemasaran digital, barang yang menjadi komoditas ekspor di Bali seperti handycraft, fashion, jewelery, furniture dan yang lainnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *