Setelah disorot The Mulia Resort and Villa berbalik di puji

posbali.id
Penanganan limbah IPAL hotel dinilai sudah bagus

MANGUPURA, POS BALI –┬áSetelah mendapatkan protes keras, karena limbah yang dikelola The Mulia Resort and Villa merembes ke media lingkungan. Kamis (7/11) hotel terkait justru balik dipuji oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Badung. Hal tersebut dikarenakan pihak hotel dinilai kooperatif dan segera menyikapi temuan terkait, bahkan pihak hotel juga telah menggelar upacara Bendu Piduka di Pura Geger. Terlebih lagi setelah ditelusuri, sistem IPAL hotel tersebut menggunakan Membrain Bio Reaktor (MBR) yang dinilai sangat canggih, ramah lingkungan dan satu-satunya di Bali. “Untuk pengolahan limbah di hotel Mulia ini menggunakan tekhnologi terbaru, dimana partikel terkecil bisa diolah. Ada 5 tahapan pengolahan limbah yang mirip dengan pengolahan limbah terbaru yang ada di kota Yamaguci Jepang. Ini bisa diolah hingga bisa dipergunakan untuk penyiraman, cuci mobil, lagoon. Ini adalah langkah maju, hotel lain kita harap agar bisa meniru seperti ini. Karena imi sedikit menggunakan air PDAM dan air lainnya,”papar Kadis LHK kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan, usai melakukan sidak ke IPAL hotel mulya.

 

Terkait limbah hotel yang sempat meluber ke sungai Beririt dan mengalir hingga ke Pantai Pura Geger. Pihaknya menerangkan bahwa pihak hotel telah menyadari hal itu disebabkan adanya penerapan SOP-nya yang kurang tepat. Namun dari pengecekan yang dilakukannya kemarin, SOP IPAL terkait sudah diperbaiki dan cukup bagus kondisinya. Ia berharap kedepan semoga kedepan SOP itu bisa dipertahankan, agar kejadian terkaitbtidak terulang lagi. “Komitmen pihak hotel sudah tegas akan tetap menjaga tempat ini karena tempat di sucikan, dan dekat dengan pura geger. Reaksi cepat pihak hotel juga bagus, agar limbah itu tidak menyebar dan membuat kerusakan yang fatal di pantai segara geger,”paparnya.

 

Kendati sudah cukup bagus, namun selama 7 hari ini pihaknya mengaku akan terus memantau kondisi IPAL terkait. Bila SOP itu konsisten dilakukan dan pengolahan IPAL juga bagus, maka pihaknya akan mencabut sanksi administrasi yang diberikan kepada pihak hotel. Namun jika belum bagus, maka pihaknya memberikan waktu perbaikan selama 1 bulan. “Jika itu tidak diindahkan, kami akan berikan sanksi lebih berat lagi. Yaitu berupa pembekuan izin operasional sementara. Jika itu belum juga diindahkan, maka izin lingkungannya berupa Amdal UKL/UPL akan kita Cut. Tapi kami yakin hotel mulya tidak akan seperti itu, karena ini menyangkut reputasi hotel dan ini hotel bintang lima plus-plus,”imbuhnya.

 

Atas hal tersebut, Camat Kutsel Made Widiana mengaku menyambut baik langkah yang ditempuh hotel mulya yang dengan cepat merespon permasalahan yang terjadi, sehingga tidak berlarut dan merusak lingkungan. Apalagi setelah ditelusuri IPAL yang dipergunakan pihak hotel sangat modern, dan itu dinilai perlu ditiru hotel yang lain. Utamanya yang banyak menggunakan air, sebab pengolahan air limbah yang dilakukan hotel bisa dipergunakan untuk menyiram, pembilas toilet dan kolam hiasan.

 

Sementara General Affair Hotel Mulya, Ngurah Raharja tidak menampik hal tersebut, namun sesuai dengan petunjuk DLHK Badung maka permasalahan tersebut sudah langsung disikapi. Hal tersebut dikarenakan adanya kesalahan tekhnis, terkait SOP mesin pengolahan limbah. Kedepan pihaknya mengaku tidak akan mengulang keteledoran tersebut. Sistem pengolahan limbah miliknya diakui mampu mengolah limbah sekitar 1100 meter kubik perhari. Dimana hasil pengolahannya itu berupa air bersih yang dipergunakan untuk menyiram, membilas toilet, dan kebutuhan lainya. Sebab kadar COD, BOD air sudah sesuai standar baku mutu. Sedangkan residu dari pengolahan limbah itu dipergunakan untuk pupuk tanaman. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!