Senam AWS3, Senam Sehat dalam Bingkai Keberagaman

posbali.id
Inti Bali bersama sejumlah ketua komunitas masyarakat yang hadir dalam konferensi pers, Selasa (12/2).

DENPASAR, POSBALI.ID – Menyambut Tahun Baru Imlek 2569, Perhimpunan Indonesia Tiongkok (Inti) Bali akan menggelar Senam Andrie Wongso Sehat Semangat Senang (AWS3), Sabtu (24/2). Kegiatan tersebut diagendakan akan melibatkan ribuan peserta dari berbagai komunitas etnis dan agama di Bali.

“Dalam perayaan Imlek tahun ini kita ingin sederhana, namun menonjolkan semangat kebinekaan dan mengajak masyarakat berprilaku sehat jasmani-rohani. Tanggal 23 Februari 2018 kita akan adakan Wisdom Talk yang diisi Andrie Wongso, sedangkan tanggal 24 Februari kita adakan Senam AWS3 di Area Utara Bajrasandhi,” kata ketua panitia Aryana Tan, Selasa (12/2).

Sejumlah komunitas lintas etnis dan agama dinyatakan turut serta dalam kegiatan tersebut. Komunitas-komunitas itu meliputi peguyuban etnis Nusantara, Flobamora, Pemuda Panca Marga, PBNU, Muhamadiah, PHDI, komunitas olahraga, dan lain-lain. “Kita targetkan 2000 peserta. Namun tidak menutup kemungkinan bisa mencapai 5000 peserta, sebab kita buka umum untuk masyarakat,” imbuhnya.

Hal senada dinyatakan, Ketua Inti Bali, Sudiarta Indrajaya. Ahli kungfu tradisional Tiongkok itu menilai Bali merupakan barometer kebinekaan di Indonesia, sehingga perlu dijaga dan dipertahankan. Di pulau Bali, berbagai komunitas lintas etnis dan agama hidup berdampingan secara damai.

“Bali sebagai satu-satunya simbol kebinekaan perlu dijaga. Kami ingin semangat Imlek  sejalan dengan semangat itu, bersilaturahmi. Kita mencoba memanfaatkan momen ini untuk menjaga kebinekaan dan menyama braya, menyatukan masyarakat Bali,” katanya.

Selain itu, dari sisi kesehatan senam AWS3 yang ditemukan oleh motivator nomor satu Indonesia, Andrie Wongso itu sangat baik untuk kesehatan. Senam tersebut dinilai sangat mudah dipraktekkan dan tidak memerlukan tempat yang luas.

Dijelaskan, Senam AWS3 tersebut merupakan senam yang menitik beratkan pada peregangan otot. Teknik-tekniknya diambil dari teknik-teknik kungfu tradisional di Tiongkok. “Ceritanya begini, Andrie Wongso yang ahli kungfu suatu ketika mengalami sakit lutut. Kemana-mana sudah dibawa tapi tidak bisa sembuh, hingga akhirnya ia ketemu orang dari daratan Tiongkok yang mempraktikkan kungfu. Umur 90 masih bisa panjat pohon, maka dipraktikkan dan terciptalah senam ini,” jelasnya.

Di Bali hingga saat ini sudah tercatat sekitar 600 orang bergabung dalam senam itu. Kebermanfaatannya pun sudah terlihat, sebab banyak peserta senam yang awalnya menderita sakit seperti kanker akhirnya sembuh setelah melakukan senam secara rutin. “Senam ini ibarat memanaskan otot, kalau sudah panas pasti terhindar dari penyakit. Apalagi di Bali itu pola hidup masyarakat itu beresiko tinggi dari segi makanan, tentu akan sangat bermanfaat,” pungkasnya. eri

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *