Reklamasi untuk Menambah Apron

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Selain fokus menata fasilitas sisi udara dengan perluasan apron dan parking stand pesawat dengan langkah reklamasi, dalam upaya peningkatan kapasitas dan pengembangan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pihak Angkasa Pura I Ngurah Rai ternyata juga melakukan penataan sisi darat, yaitu dengan pemindahan gedung VIP I, pemindahan Base Ops Lanud Ngurah Rai, serta penambahan counter chek in di terminal internasional. Hal tersebut diterangkan langsung oleh General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, Rabu (8/11).

 

Dipaparkannya pengembangan sisi udara dan darat tersebut harus dilakukan tanpa mengabaikan operasional bandara. Karena itulah pihaknya memilih opsi reklamasi, sebab tidak akan mungkin menutup bandara selama 12 jam dengan metode pengerjaan tiang pancang. Sementara jika dilakukan perluasan ke area darat hal tersebut lebih tidak mungkin lagi dilakukan adanya. Bupati Badung bersama dengan 3 desa adat penyangga, yaitu Tuban, Kelan dan Kuta  diakuinya telah setuju dengan opsi perluasan tersebut secara lisan. Dengan catatan harus dilakukan kajian arus laut, supaya tidak terjadi penggerusan bibir pantai. “Kajiannya tersebut minggu-minggu ini diserahkan oleh Unud, mungkin akhir minggu ini baru selesai. Setelah itu selesai maka akan langsung kita lakukan. Akhir tahun ini fisik sudah harus jalan,”ujarnya.

 

Reklamasi tersebut diterangkannya secara total luasannya mencapai 80 hektar lebih, namun itu untuk progres jangka menengah. Sementara untuk jangka pendek terkait perhelatan IMF World Bank 2018, pihaknya berencana mereklamasi sekitar 48 hektar untuk apron dan tambahan parking stand. Pihaknya menyiapkan dana khusus untuk reklamasi dan apron tersebut dari anggaran BUMN senilai Rp 1,7 triliun. “Kita fokus dulu untuk target jangka pendek kita, untuk menampung 3 pesawat wide body di apron sisi barat. Kita akan maksimalkan apa yang ada, sebab ini adalah penugasan. Sehinga jika penugasan maka seluruh BUMN akan bergerak mensukseskan, karena ini tugas jadi wajib dikerjakan,”terangnya.

 

Sementara itu terkait VIP satu, pihaknya nanti akan memindahkan lokasi saat ini ke lokasi kargo internasional. Hal tersebut untuk mempermudah jalur keluar masuk, jika ada hal-hal tertentu. Hal tersebut tentunya berimbas pada pemindahan land maintenance dan SDP pengolahan limbah saat ini. Selain itu posisi base ops lanud rencananya juga akan dipindah bergeser posisi dari lokasi saat ini. Pihaknya juga mengaku akan membangun tampahan counter chek in di terminal internasional, sebanyak 40 unit dan akan ditempatkan di lantai 2 parkir bertingkat (promenad). Hal tersebut dipersiapkan untuk melayani 17 ribu anggota delegasi yang akan hadir ke Bali saat IMF. “Area itu (promenad) akan kami luaskan menjadi chekin board dan chek in unit,”ucapnya.

 

Kedepan pengembangan bandara Ngurah Rai diakuinya tidak akan berhenti disitu saja, melihat perkembangan traffic penumpang dan pesawat yang semakin banyak. Ketika pihaknya membuka keran slot time, semakin banyak penerbangan yang ingin datang ke Ngurah Rai, utamanya pesawat charter. Dimana kecenderungan mereka datang bersama dan pulang juga bersamaan. Memang rencana pembangunan bandara di Bali utara telah dimatangkan, namun jika itu jadi maka baru 10 tahun airport tersebut bisa beroperasi.

 

Sementara Kepala Otban wilayah IV, Herson menerangkan pihaknya sangat mendukung progres peningkatan bandara Ngurah Rai, mulai dari apron yang saat ini terbatas untuk dikembangkan ke pantai, kapasitas bandara, dan lain sebagainya. Namun hal tersebut tentu harus menunggu hasil kajian yang dilakukan. Dimana progres tersebut ditentukan pihak angkasa pura, sementara pihaknya memastikan hal tersebut sesuai dengan tatanan regulasi yang ada dari standar operasi prosedur yang berlaku. “Terkait apron, pemindahan vip room dan base ops lanud ini konsep dari Angkasa Pura, kami sangat mendukung demi kelancaram pelayanan. Tentu kinerja angkasa pura ini harus didukung juga oleh stake holder, sehingga bisa tercapai apa yang diinginkan. Jika ini didukung tentu progresnya akan cepat,”terangnya.

 

Ditegaskannya selama pengerjaan nanti, tentu akan ada saja kendala dilapangan. Namun yang terpenting dari hal itu adalah koordinasi dan komunikasi yang baik. Sehingga pekerjaan jalan terus dan operasional bisa tetap berjalan. Saat ini bandara Ngurah Rai diakuinya telah mampu mengakomodasi 30 slot time penerbangan perjam setelah adanya peningkatan dengan rapid waynya. Sementara dulu bandara Ngurah Rai hanya mampu memfasilitasi 27 slot time perjam, dikarenakan keterbatasan runway dan parkir stand. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!