Sektor penganan ditingkatkan, wisatawan tak terpengaruh isu bom

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Pasca aksi teror bom bunuh diri di wilayah Jakarta dan Surabaya belum lama ini, aktifitas wisatawan di Bali tampak normal. Seperti Selasa (15/5) tidak nampak adanya kekhawatiran berlebih dari wisatawan yang beraktifitas di Kuta, bahkan wisatawan terlihat begitu enjoy walaupun tidak terlalu padat. Hal tersebut diduga karena pengaruh musim low season. Selain itu penjagaan petugas kepolisian juga nampak seperti hari biasanya, tidak ada pengamanan ketat dan sterilisasi. Pemandangan berbeda justru terlihat disetiap usaha dan hotel di wilayah Kuta dan Kuta Selatan, dimana sistem pengamanan hotel dan kawasan ITDC diperketat oleh pemeriksaan petugas scurity.

 

Adanya travel advisory untuk berkunjung ke Indonesia, dari 5 negara, yaitu Amerika, Inggris, Australia, Singapura dan Hongkong dinilai hal yang lumrah dilakukan negara terkait, dalam upaya melindungi warga negaranya. Hal tersebut untuk mengingatkan warga negaranya untuk hati-hati bepergian ke Indonesia. Namun sejauh ini belum ada dampak yang signifikan terhadap tingkat kunjungan ke Bali. Dimana wisatawan yang berlibur di Bali belum ada yang membetalkan atau mempercepat masa kepulangannya. “Wisatawan masih menikmati liburannya dengan tenang di Bali. Tidak perlu ada kekhawatiran berlebih. Tapi langkah antisipasi ini diperlukan, jangan kita lengah. Tingkatkan pengawasan semua elemen masyarakat, bersinergi dengan kepolisian, TNI, pemerintah dan stake holder. Saat ini waktunya kita bersatu dan bersama-sama memerangi teroris,”ujar Wakil Ketua I IHGMA (Ikatan Hotel General Manajer) DPD Bali, Made Ramia Adnyana, Selasa (15/5).

 

Secara internal pihaknya mengaku sudah menghimbau kepada semua member IHGMA, untuk meningkatkan keamanan di masing masing hotel. Baik itu dengan mengecek setiap kendaraaan dan tamu-tamu yang keluar masuk hotel dengan ketat. Sementara untuk pengamanan dtw dan obyek wisata, pihaknya berharap agar pecalang yang lebih diberdayakan dengan dibackup kepolisian. Sehingga hal tersebut tidak menimbulkan kesan Bali seolah dalam keadaan genting, dan wisatawan tak perlu khawatir berlibur ke Bali. Apalagi saat ini di Bali sedang musim shoulder season (antaranya low dan peak season), yang tepat untuk berlibur. Sebab harga kamar hotel cenderung lebih bersahabat, akibat berkurangnya permintaan. “Mei dan Juni biasanya season untuk MICE di Bali. Memang wisatawan lokal agak turun, karena mendekati moment puasa. Tapi itu tidak terlalu berpengaruh, karena animo wisatawan mancanegara masih tetap tinggi,”paparnya. 023

 

Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!