Sektor penanaman modal di Badung tahun 2017 diprediksi mengalami penurunan

posbali.id
MANGUPURA, POS BALI – Sektor investasi penanaman modal di Kabupaten Badung pada tahun 2017 diperkirakan terindikasi mengalami tren penurunan, dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp 14 triliunan. Dimana yang mengalami penurunan adalah terkait nilai investasi, sementara untuk tren investasi dinilai masih cukup tinggi. “Kami masih terus mengupdate datanya sampai akhir tahun 2017 ini. Karena data penanaman modal itu adalah angka akumulasi, maka tentu kita harus akumulasi dengan data dari BKPM Nasional, BKPM propinsi, statistik dan pihak terkait lainnya,”ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) I Made Agus Aryawan belum lama ini.

 

Ditanya lebih jauh terkait berapa indikasi penurunan dan karena faktor apa, pihaknya mengaku masih mencari kejelasan hal tersebut, karena menyangkut data yang harus diakumulasikan terlebih dahulu hingga akhir tahun nanti. Kendati demikian pada tahun 2018 nanti pihaknya meyakini pertumbuhan tingkat investasi di Badung akan mengalami peningkatan kembali. Seiring dengan target pertumbuhan ekonomi di Badung diatas 7 persen, yang tentunya berimplikasi pada sektor penanaman modal. Apalagi Badung juga terus melakukan penyederhanaan proses dan prosedur perizinan, agar investasi yang masuk ke Badung terus meningkat. Hal tersebut sesuai dengan penerapan kebijakan pemerintahan pusat, yaitu easy of the doing bisnis (kemudahan berinvestasi).

 

Sejauh ini sektor pariwisata diakuinya masih menjadi ungulan untuk sumber pendapatan daerah kabupaten Badung. Begitupula bagi penanam modal di Kabupaten Badung, yang masih meminati sektor pariwisata sebagai primadona, hal tersebut lantaran potensi yang dimiliki kabupaten Badung di sektor pariwisata sangat mendukung adanya. “Berdasarkan data yang kami miliki, Badung menjadi daerah yang memiliki tingkat ketertarikan penanam modal, khususnya di bidang pariwisata yang masih cukup tinggi,”tegasnya

 

Untuk menghindari calo atau perantara lebih jauh mengintervensi penanam modal dan merugikan masyarakat secara umum. Pihaknya mengaku sudah membuka portal pelayanan secara online dan persetujuan prinsip dengan terintegrasi dengan BKPM. Pihaknya juga berinovasi menghadirkan layanan Undagi yaitu unit desain arsitektur gratis. Dimana kata undagi diambil dari kata arsitek Bali yang memahami kaidah arsitektur bangunan bali. Hal tersebut dikarenakan dalam proses perizinan, permasalahaan yang paling klasik yang dihadapi selama ini adalah kesulitan menyiapkan gambar IMB. “Karena itulah kita siapkan unit pembuatan gambar gratis bagi perorangan, bagi masyarakat yang memiliki luasan lahan maksimal 200 meter persegi. Dengan adanya Undagi maka masyarakat tidak perlu mengalami kesulitan menyediakan gambar, karena kami yang menyediakannya,”jelasnya. 023
Print Friendly, PDF & Email
posbali.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: PosBali.id Content is protected!